Pramono Bakal Perbanyak Shelter Ojol di Jakarta: Terminal hingga Stasiun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Shelter ojol Stasiun MRT Lebak Bulus. Foto: Andesta Herli Wijaya/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Shelter ojol Stasiun MRT Lebak Bulus. Foto: Andesta Herli Wijaya/ kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan akan memperbanyak pembangunan shelter atau tempat tunggu ojek online (ojol) di berbagai titik di Jakarta.

Hal itu dilakukan untuk menata titik jemput-antar penumpang sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik melalui kolaborasi dengan operator transportasi daring, pengelola gedung, hingga pusat perbelanjaan.

“Tujuan diadakan shelter ini adalah untuk menertibkan, agar lebih mudah bagi para pengguna lalu lintas yang menggunakan Grab atau yang lainnya,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Menurutnya, penataan transportasi tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan konektivitas serta kerja sama dengan pelaku usaha di sektor transportasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Saya sangat berharap bahwa tempat-tempat atau shelter seperti ini tidak hanya di tempat ini (di kawasan Bundaran HI), tapi di tempat-tempat lain terjaga, terawat dengan baik. Karena untuk mengatur, memperbaiki transportasi di Jakarta tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang ada, tetapi konektivitas, kerja sama dengan para pelaku usaha di transportasi ini,” ujarnya.

Pramono mengaku telah meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin untuk memperluas pembangunan shelter serupa di berbagai kawasan yang dinilai membutuhkan.

“Saya akan minta kepada Bapak Kepala Dinas Perhubungan di daerah-daerah lain, tempat-tempat lain yang seperti ini kalau bisa dilakukan akan menjadi lebih baik,” katanya.

Suasana di Shelter ojol Stasiun MRT Lebak Bulus. Foto: Andesta Herli Wijaya/ kumparan

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin memastikan Pemprov akan memperbanyak titik shelter melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari asosiasi properti, pelaku usaha, pengelola mal, hingga perusahaan aplikasi transportasi daring.

“Untuk titik shelter akan kita perbanyak. Kami sudah berkomitmen juga dengan asosiasi properti, asosiasi pelaku usaha, dan juga mal-mal. Kita akan menentukan titik-titik mana yang akan kita bangun shelter. Dan seluruh aplikator, yaitu Grab, Gojek, juga siap untuk membangun bersama,” ujar Budi.

Selain di kawasan komersial, Pemprov DKI juga mulai menyiapkan shelter di seluruh terminal. Menurut Budi, Terminal Pulogebang telah lebih dahulu memiliki fasilitas tersebut dan secara bertahap akan diikuti terminal lainnya.

“Saat ini seluruh terminal sudah kami perintahkan untuk membuat shelter. Terminal Pulogebang kemarin sudah, dan selanjutnya nanti seluruh terminal juga akan ada shelter-shelternya,” katanya.

Tak hanya terminal, Dishub DKI juga menyiapkan pembangunan shelter di kawasan stasiun melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia.

“Stasiun, kami akan kerja sama juga dengan Kereta Api untuk melakukan pengadaan ini. Terutama nanti yang ada di Palmerah,” ujar Budi.

Budi menambahkan, seluruh shelter tersebut nantinya dapat digunakan secara gratis oleh pengemudi ojol dan beroperasi selama 24 jam.

“Ini gratis dan juga 24 jam. Begitu juga nanti yang tempat-tempat yang lainnya,” ucapnya.