Pramono Bantah Jakarta Barat 'Dianaktirikan': Ada Flyover Latumenten hingga MRT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, seusai melakukan pembekalan kepada Calon Kepala OJK daerah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (12/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, seusai melakukan pembekalan kepada Calon Kepala OJK daerah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (12/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah anggapan Jakarta Barat dianaktirikan dalam pembangunan transportasi dan infrastruktur Jakarta. Ia mengungkap sejumlah pembangunan saat ini dilakukan di wilayah tersebut mulai dari flyover hingga MRT.

Tanggapan ini disampaikan Pramono menyusul banyaknya komentar di akun Instagramnya, @pramonoanung, yang menanyakan soal pembangunan di Jakarta Barat. Mereka menanyakan tidak adanya transportasi massal seperti LRT maupun MRT.

“Di Jakarta Barat, saya sekarang ini membangun flyover yang dulu salah satu menjadi tempat kemacetan yang paling serius di Jakarta, yaitu flyover Latumeten, dan mudah-mudahan akhir tahun ini selesai,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Selain flyover, Pramono menyebut pembangunan MRT rute barat-timur yang melintasi sebagian besar wilayah Jakarta Barat. Menurutnya, jalur tersebut nantinya terhubung hingga wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Dan kita sudah membangun untuk MRT dari barat ke timur melintasi sebagian besar Jakarta Barat semuanya. Karena ujungnya itu ada di Tangerang, Tangerang Selatan,” ujarnya.

Dengan pembangunan tersebut, Pramono mengatakan Jakarta Barat akan memiliki konektivitas transportasi yang menghubungkan wilayah Jakarta Pusat hingga Jakarta Timur.

“Jadi Jakarta Barat akan terbelah masuk ke Jakarta Pusat sampai dengan Jakarta Timur. Bahkan yang itu tidak ada Jakarta Selatannya, tidak ada Jakarta Utaranya,” tuturnya.

Pramono menegaskan pembangunan di Jakarta tidak dilakukan dengan hanya mempertimbangkan satu wilayah. Ia mengatakan, pemerintahannya berupaya menyelesaikan persoalan yang belum dituntaskan dari pemerintahan sebelumnya.

“Sehingga dengan demikian, Saudara-saudara sekalian, dalam membangun Jakarta memang secara keseluruhan kami pikirkan,” kata Pramono.