Pramono Buka Musorprov KONI, Targetkan DKI Jakarta Juara Umum PON 2028

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XII KONI DKI Jakarta Tahun 2026 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XII KONI DKI Jakarta Tahun 2026 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka secara resmi Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-13 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (5/2).

Dalam forum tertinggi organisasi olahraga daerah itu, Pramono secara tegas mematok target juara umum bagi Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Waktu saya diminta untuk membuka acara ini, saya hanya satu aja minta saya, seperti yang ditulis menjadi juara umum 2028. Itu aja,” kata Pramono dalam sambutannya.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XII KONI DKI Jakarta Tahun 2026 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Pada PON 2024 di Aceh-Sumut, DKI Jakarta berada di urutan kedua (runner up) setelah Jabar.

Pramono menegaskan, target juara umum tersebut bukan tanpa dasar. Menurutnya, Jakarta memiliki keunggulan fasilitas dan sistem pembinaan olahraga yang jauh lebih lengkap dibanding daerah lain.

“Yang pertama, tidak ada daerah dengan fasilitas seperti kita. Yang kedua, pembinaan di Jakarta selama ini pasti berjalan lebih lengkap dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Kita punya apa yang disebut dengan sport science, semua segala sesuatunya terukur dan diukur. Kita mempunyai sport technology yang cukup lengkap, nggak ada peralatan seperti di DKI Jakarta,” ujar politikus banteng ini.

Jagar Atlet Tidak Kabur ke Provinsi Lain

Pramono juga menyoroti pentingnya menjaga atlet agar tidak pindah membela daerah lain, sebagaimana pernah terjadi pada PON XIX yang digelar di Jawa Barat pada 2016.

“Dan yang tidak kalah pentingnya, di Jakarta ada sport management yang sudah berjalan dentgan baik. Maka apa yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI untuk menjaga atlet, dalam kesempatan ini saya minta betul kepada cabang-cabang olahraga untuk proaktif atletnya dijaga supaya tidak kabur, tidak lari, seperti peristiwa ketika PON pada waktu di Jawa Barat yang lalu, yang eksodus kan banyak banget dari Jakarta pada waktu itu. Itulah yang harus dijaga,” tegas Pram.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XII KONI DKI Jakarta Tahun 2026 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Siap Sediakan Venue PON

Selain mematok target prestasi, Pramono menyatakan kesiapan Jakarta untuk mendukung penyelenggaraan PON 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya dengan menyediakan venue bagi cabang olahraga yang belum memiliki fasilitas memadai di daerah tuan rumah.

“Kalau memang yang dilombakan adalah cabang-cabang Olimpiade, kemudian tuan rumah apakah itu NTT atau NTB tidak ada fasilitas olahraganya, DKI Jakarta dengan senang hati menawarkan diri. Dengan senang hati menawarkan diri,” kata Pramono.

Ia menegaskan, dukungan tersebut tidak mengubah status tuan rumah PON.

“Jadi kalau tuan rumah PON, PON-nya tetap menjadi PON NTT, NTB. Tapi kalau ada cabang-cabang olahraga di NTT dan di NTB yang fasilitas olahraganya belum ada, maka Jakarta siap untuk digunakan,” ujarnya.

Pramono juga menegaskan komitmen penuh Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung pembinaan atlet, termasuk dari sisi anggaran.

“Dan saya memberikan support sepenuhnya untuk Jakarta menjadi juara umum,” ucapnya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XII KONI DKI Jakarta Tahun 2026 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Musorprov KONI DKI Jakarta ini juga turut menjadi agenda pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022-2026, penyusunan program kerja 2026-2030, serta penetapan Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode selanjutnya.

Target Tanpa Kompromi

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam acara yang sama menegaskan, Jakarta harus menargetkan posisi puncak pada PON 2028.

“Saya rasa tidak ada alasan untuk Jakarta senang pada posisi runner-up dan nomor tiga. Sekarang harus nomor satu untuk Pekan Olahraga Nasional 2028 yang akan datang,” kata Marciano dalam sambutannya.

Dalam menutup sambutannya, Pramono kembali menekankan target tersebut tanpa kompromi.

“Setiap saya ketemu dengan tokoh-tokoh olahraga, pertanyaannya sederhana ‘kok bisa Jakarta nggak juara?’. Kali ini saya hanya jawab, jangan tanya lagi, pasti juara,” pungkasnya.