Pramono Buka Opsi Swasta Terlibat Dalam Penataan Kabel Semrawut di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam kunjungan ke Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam kunjungan ke Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi keterlibatan badan usaha atau pihak swasta dalam penataan kabel di Jakarta. Penataan kabel tersebut akan menjadi program menyeluruh yang ditargetkan berjalan selama lima tahun.

Penataan kabel sebelumnya telah dilakukan di sejumlah lokasi. Namun, ke depannya program tersebut akan diperluas agar penanganan kabel dilakukan secara menyeluruh.

"Memang di tahap awal seperti yang kemarin kami sampaikan di Jalan Satrio, tetapi ini akan menjadi program yang menyeluruh selama 5 tahun untuk segera bisa menuntaskan," kata Pramono saat meninjau Jalan Kemuning, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Menurut Pramono, Pemprov DKI kini telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar dalam penanganan kabel. Karena itu, pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga.

"Sekarang Perda-nya sudah ada, sehingga dengan demikian untuk penanganan kabel dimasukkan ke dalam itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Bina Marga," jelasnya.

Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Soepomo, Jakarta, Rabu (9/9/2026), dengan kepadatan dari selepas Tugu Pancoran sekitar 2km arah Manggarai. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pramono mengatakan Pemprov DKI membuka peluang bagi badan usaha maupun pihak swasta untuk ikut terlibat dalam penataan kabel tersebut.

"Kami juga membuka opsi keterlibatan badan usaha ataupun swasta untuk terlibat dalam hal itu," kata Pramono.

Ia menjelaskan, persoalan kabel di Jakarta tidak hanya berkaitan dengan jaringan komunikasi. Jaringan listrik juga menjadi bagian dari persoalan kabel yang perlu ditangani.

"Problem kabel di Jakarta selain komunikasi adalah listrik," ungkapnya

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel yang masih berada di permukaan Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah dalam waktu lima tahun. Penataan jaringan utilitas tersebut mencakup sekitar 6.500 kilometer kabel di berbagai wilayah Ibu Kota.

Pemprov DKI Jakarta telah memiliki payung hukum untuk menata jaringan utilitas melalui Perda Nomor 8 Tahun 2025. Penataan dilakukan bersama Dinas Bina Marga dan badan usaha swasta.

“Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. Dan kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda,” kata Pramono saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).