Pramono: Jakarta Segera Punya Tiga PLTSa, Soal Untung Rugi Urusan Lapangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: M. Mizard Alhamdani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: M. Mizard Alhamdani/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, persoalan untung atau tidaknya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan menjadi urusan teknis di lapangan.

Pemprov DKI, kata Pram, saat ini fokus mempercepat realisasi proyek dengan skema kerja sama melibatkan Pemprov, Danantara, dan pelaku PLTSa.

Hal itu disampaikan Pram usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/5).

“Jadi, karena sebentar lagi akan dirumuskan Danantara dan antara pelaku PLTSa yang ada, dan tentunya dengan Pemerintah DKI Jakarta, tiga pihak itu yang bertanggung jawab untuk manage persoalan yang menyangkut PLTSa,” kata Pramono kepada wartawan.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menurut Pram, pemerintah pusat telah menerbitkan regulasi terkait tarif listrik PLTSa sebesar 20 sen yang akan menjadi acuan dalam pengembangan proyek.

“Yang paling penting adalah pemerintah sudah mengeluarkan PP tentang tarif 20 sen. Ini sebagai referensi,” ujarnya.

Pramono menegaskan, perhitungan keuntungan proyek bukan menjadi fokus utama saat ini.

“Nah, nanti apakah untung atau tidak itu urusan lapangan,” lanjutnya.

Pram memastikan, Pemprov DKI akan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut. Bahkan, Jakarta disebut segera memulai proses penandatanganan kontrak pembangunan tiga PLTSa.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat jumpa pers usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Tetapi yang jelas bahwa Jakarta akan memberikan support sepenuhnya, dan Jakarta mudah-mudahan kita akan punya tiga PLTSa yang segera kita mulai dengan penandatanganan kontrak dan sebagainya; satu di Bantargebang, satu di Tunjungan, satu di Sunter,” kata Pramono.

Selain proyek PLTSa, Pemprov DKI juga telah memiliki fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan dan Bantar Gebang untuk mendukung pengelolaan sampah.

“Tetapi Jakarta juga punya yang namanya Rorotan dan Bantar Gebang untuk RDF,” ujarnya.

Suasana RDF Plant, Rorotan, Jakarta. Foto: Dok. DLH DKI Jakarta

Pramono berharap pembangunan PLTSa dan optimalisasi RDF dapat membantu menekan volume sampah harian di Jakarta yang sebelumnya mencapai hampir 9 ribu ton per hari.

“Maka dengan demikian, kalau ini berjalan lancar alhamdulillah, mudah-mudahan persoalan Jakarta tentang sampah, neraca sampahnya yang dulu hampir 9 ribu per hari insyaallah akan terserap di lapangannya,” tutupnya.