Pramono Jawab Ketua DPRD DKI soal Integrasi LRT: TransJ Sudah Terhubung Semua

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons usulan Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin agar Pemprov DKI memperkuat layanan Mikrotrans sebagai transportasi pengumpan LRT Jakarta.
Pramono mengatakan Pemprov DKI telah memerintahkan Transjakarta untuk masuk ke seluruh titik yang menjadi bagian dari jalur LRT Jakarta.
“Semua jalur untuk LRT, ada 11 titik, saya sudah memerintahkan untuk Transjakarta masuk di semua itu. Kalau memang Transjakarta tidak bisa digunakan, maka Mikrotrans, apakah itu Jaklingko dan sebagainya,” kata Pramono saat ditemui usai meresmikan Gedung PMI DKI Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Pramono mengatakan integrasi tersebut juga akan diperkuat di Stasiun LRT Manggarai. Menurutnya, kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat transportasi baru karena diperkirakan melayani sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap hari.
“Paling banyak menggunakan KRL, yang kedua menggunakan LRT, dan kemudian Transjakarta. Maka dengan demikian sekarang ini yang akan segera dilakukan adalah melakukan pembenahan untuk Manggarai supaya bisa segera berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Respons Usulan Pengolahan Air Laut Jadi Air Bersih
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menjawab usulan Suhud terkait pengolahan air laut menjadi air bersih untuk mengantisipasi kekeringan di Jakarta.
Suhud sebelumnya meminta Pemprov DKI mulai mempertimbangkan teknologi desalinasi. Menurutnya, langkah tersebut perlu diantisipasi karena Jakarta tengah menghadapi kemarau panjang dan seluruh wilayah Jakarta sebelumnya berada dalam level awas kekeringan berdasarkan pemantauan BPBD DKI.
Pramono mengatakan pengolahan air laut menjadi air tawar dapat dilakukan apabila pembangunan Giant Sea Wall segera dimulai.
“Untuk mengubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” kata Pramono.
Menurutnya, jika proyek tersebut berjalan, air payau atau air laut dapat menjadi salah satu sumber air yang kemudian diolah agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Dan untuk di Jakarta itu memang kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan gampang Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” ujarnya.
