Pramono ke Dirut Food Station Tjipinang soal Beras Oplosan: Tak Boleh Ditutupi
ยทwaktu baca 2 menit

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, telah menemui Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso. Dalam pertemuan itu, Pramono meminta agar Food Station Tjipinang bersikap transparan di tengah penyelidikan kasus dugaan beras oplosan.
"Apa pun yang menjadi arahan dan sekaligus temuan, maka saya bilang tidak boleh ditutup-tutupi. Semua harus bertanggung jawab," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/7).
Pramono meminta agar pihak Food Station Tjipinang bisa menyampaikan fakta-fakta yang terjadi. Termasuk apabila temuan tersebut tidak benar.
"Saya juga kemudian menyampaikan, kalau kalian semua tidak melakukan seperti apa yang dipikirkan, ya harus disampaikan apa adanya," ungkapnya.
Dia memaparkan, Food Station Tjipinang punya peran penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di Jakarta. Namun, apabila temuan beras oplosan itu terbukti, Pramono menyerahkannya ke penegak hukum.
"Ya (kalau terbukti) itu nanti aparat penegak hukumnya. Saya tidak mau ikut campur urusan itu," tuturnya.
Satgas Pangan Polri saat ini tengah mengusut adanya dugaan beras oplosan tersebut. Dalam prosesnya, pemanggilan 25 produsen beras pun tengah berlangsung.
Pemeriksaan tengah berlangsung untuk PT Food Station Tjipinang Jaya dengan produk merk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos.
Pengusutan kasus itu dilakukan terkait dugaan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen, Tindak Pidana Perdagangan, Tindak Pidana Pangan, serta pemalsuan dokumen.
Satgas Pangan memastikan pengawasan terhadap komoditas pangan strategis akan terus diperkuat guna melindungi konsumen dan menjamin integritas distribusi bahan pokok nasional.
