Pramono Minta Dishub DKI Tertibkan ‘Pak Ogah’ di Jalan Protokol Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menertibkan keberadaan “Pak Ogah” di sejumlah jalan protokol di ibu kota.

“Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk tempat-tempat jalan-jalan protokol yang ada Pak Ogah-nya ditertibkan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Lebih lanjut Pram mengatakan, penertiban akan dilakukan bersama Polda Metro Jaya agar pengaturan lalu lintas di jalan-jalan utama sepenuhnya dilakukan oleh petugas resmi.

“Karena saya pengin Jakarta menjadi lebih rapi, semuanya ditangani oleh Dinas Perhubungan dan juga tentunya dengan Polda Metro Jaya untuk lalu lintasnya. Mudah-mudahan membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman, lebih bisa dinikmati,” ujarnya.

Selain penertiban “Pak Ogah”, Pramono juga mendorong pembangunan shelter khusus ojol di berbagai lokasi di ibu kota sebagai solusi mengurangi kendaraan yang berhenti sembarangan untuk menjemput maupun menurunkan penumpang.

“Tujuan diadakan shelter ini adalah untuk menertibkan, agar lebih mudah bagi para pengguna lalu lintas yang menggunakan Grab atau yang lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan Pemprov telah berkomitmen memperbanyak shelter melalui kerja sama dengan asosiasi properti, pengelola gedung, pusat perbelanjaan, serta operator transportasi daring.

“Untuk titik shelter akan kita perbanyak. Kami sudah berkomitmen juga dengan asosiasi properti, asosiasi pelaku usaha, dan juga mal-mal. Kita akan menentukan titik-titik mana yang akan kita bangun shelter. Dan seluruh aplikator, yaitu Grab, Gojek, juga siap untuk membangun bersama,” kata Budi.

Menurutnya, shelter juga akan dibangun di seluruh terminal milik Pemprov DKI. Terminal Pulogebang telah lebih dulu memiliki fasilitas tersebut dan selanjutnya akan diikuti terminal-terminal lainnya.

Selain itu, Dishub DKI juga akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia untuk menghadirkan shelter di kawasan stasiun, terutama di Stasiun Palmerah yang memiliki mobilitas penumpang tinggi.

Budi menambahkan, seluruh shelter nantinya dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pengemudi ojol dan beroperasi selama 24 jam.