Pramono Minta Pembangunan SDN Cipete Utara 01 Segera Diselesaikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memprioritaskan penyelesaian proyek pembangunan SDN Cipete Utara 01 yang sempat terbengkalai.

Pramono menegaskan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera diselesaikan dan langsung dimanfaatkan oleh para siswa.

Instruksi tegas ini disampaikan merespons keluhan terkait molornya pengerjaan gedung sekolah di Jakarta Selatan tersebut. Padahal, pihak Suku Dinas Pendidikan setempat sebelumnya memproyeksikan proses pembangunan hanya memakan waktu enam bulan, namun kenyataannya sudah berjalan hampir satu tahun dan tak kunjung rampung.

Kondisi SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono mengungkapkan, kendala utama yang membuat proyek ini tersendat adalah adanya perubahan konsep perencanaan di pertengahan jalan. Gedung sekolah yang semula dirancang empat lantai mendadak diubah menjadi kawasan terpadu (mixed-use) setinggi 20 lantai.

"Problem utama di SDN 01 Cipete adalah ketika di awal perencanaannya untuk SD dengan 4 tingkat. Kemudian dalam perjalanan berubah menjadi mixed-use, dibangun ke atas, kurang lebih menjadi 20 tingkat," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Menteng Atas, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung peluncuran sistem pembayaran tiket dengan kartu kredit nirsentuh pada layanan MRT Jakarta di Stasiun MRT Bundaran HI, Rabu (29/7/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pramono menyayangkan perubahan desain yang dinilai kurang matang tersebut sehingga memicu ketidakpastian pengerjaan di lapangan. "Dan dalam perjalanan maju-mundur, maju-mundur, maju-mundur dan enggak jadi, sehingga ada pembangunan yang terbengkalai," lanjutnya.

Guna mengurai persoalan ini, Pramono mengaku telah memanggil jajaran Dinas Pendidikan untuk mengembalikan fokus utama proyek pada bangunan fisik sekolah dan mengesampingkan dulu konsep mixed-use.

"Kemarin saya sudah memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran terkait yang berkaitan dengan ini, saya minta untuk segera diselesaikan untuk SD-nya dulu. Untuk urusan mixed-use berikutnya. Tetapi yang paling penting SD-nya segera selesai dan segera bisa digunakan," tegas Pramono.