Pramono: Modal TransJ Perlu Ditambah untuk Transportasi ke Kepulauan Seribu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan modal PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) perlu ditingkatkan seiring adanya penugasan baru untuk mengelola transportasi ke Kepulauan Seribu.

Penambahan modal tersebut diperlukan karena TransJakarta tidak hanya menjalankan tugas untuk layanan transportasi di Jakarta, tetapi juga memiliki tugas untuk TransJabodetabek dan nantinya transportasi laut ke Kepulauan Seribu.

"TransJakarta modalnya perlu ditingkatkan. Karena memang dengan tugas baik itu untuk TransJakarta sendiri maupun TransJabodetabek, dan nanti akan mendapatkan tugas tambahan untuk TransJakarta bagian laut Kepulauan Seribu, modal untuk TransJakarta size-nya pasti harus diperbesar," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Pramono, TransJakarta juga telah diizinkan untuk beraktivitas di luar Jakarta. Hal itu seiring dengan adanya layanan TransJabodetabek.

"Saya sudah menyetujui bahwa TransJakarta itu tidak semata-mata seperti akta pendiriannya hanya untuk Jakarta. Maka kenapa dengan karena sudah dengan adanya TransJabodetabek, mereka juga diizinkan untuk beraktivitas di luar Jakarta," ujarnya.

Meski demikian, besaran penambahan modal TransJakarta untuk penugasan baru tersebut masih dalam tahap penghitungan.

"Mengenai angka besarannya berapa untuk penambahan modal TransJakarta dengan penugasan baru untuk Pulau Seribu, sedang dihitung," katanya.

Pramono menjelaskan, anggaran yang selama ini dimasukkan melalui Dinas Perhubungan nantinya akan dikelola oleh TransJakarta. Ia meyakini pengelolaan tersebut akan lebih profesional.

"Anggaran itu kan dimasukkan melalui Dinas Perhubungan. Sekarang akan dikelola oleh TransJakarta dan saya yakin pasti pengelolaannya akan lebih profesional. Jadi, intinya itu," ujar Pramono.

Bus Transjakarta melintas di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Lebih lanjut, Pramono mengatakan fasilitas yang disiapkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan transportasi ke Kepulauan Seribu.

"Jadi fasilitasnya pasti mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk transportasi ke Pulau Seribu," katanya.

Pramono menyebut sejumlah pulau yang akan menjadi terminal utama dalam rencana transportasi tersebut, di antaranya Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka.

"Beberapa pulau yang akan menjadi terminal utama, sebagai contohlah: Pulau Tidung, Pulau Pari, dan sebagainya, Pulau Pramuka, dan sebagainya, dan sebagainya," jelasnya.

Pramono berharap pengaturan transportasi tersebut dapat memberikan layanan bagi warga Kepulauan Seribu. Dia menambahkan, nantinya juga akan dilakukan penyesuaian terkait pembiayaan layanan tersebut.

"Harapannya dengan pengaturan ini, warga Pulau Seribu yang selama ini mereka kan transportasi di darat atau kan termasuk 15 golongan. Tentunya nanti akan ada penyesuaian untuk itu," ungkapnya.

Pramono menjelaskan, jika layanan transportasi ke Kepulauan Seribu sepenuhnya gratis bagi warga Kepulauan Seribu, beban pembiayaannya akan menjadi tanggungan Pemprov DKI Jakarta.

"Sebab kalau ada transportasi ke Pulau Seribu semuanya kan kalau yang naik hanya warga Pulau Seribu ini kan menjadi gratis semua. Dan untuk itu beban menjadi semuanya ke Pemerintah DKI Jakarta," tutup Pramono.