Pramono: Ondel-ondel Simbol Budaya Betawi, Jangan Dipakai untuk Ngamen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Satpol PP berdialog dengan pengamen ondel-ondel disela razia penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (14/9/2020) malam. Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Satpol PP berdialog dengan pengamen ondel-ondel disela razia penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (14/9/2020) malam. Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, kesenian Ondel-ondel yang menjadi ciri khas Betawi merupakan bagian dari kesenian dan kebudayaan, jangan dijadikan alat untuk mengamen.

”Saya termasuk yang kemudian memesankan supaya, mohon maaf, Ondel-ondel tidak digunakan untuk mencari mengamen. Tetapi betul-betul dirawat dengan baik,” kata Pramono kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/5).

“Maka sanggar-sanggar yang ada di Jakarta ada 42 yang saya minta untuk betul-betul dibantu,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Mas Pram itu mengatakan, dirinya berharap budaya Ondel-ondel tetap lestari. Oleh karena itu, ia menyebut perlu ada apresiasi dan penghargaan untuk pihak yang masih melestarikan Ondel-ondel.

Gubernur Jakarta Pramono Anung di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Oleh karenanya, Pram menyebut dirinya akan meminta payung hukum agar Ondel-ondel merupakan bagian dari budaya Betawi dan tidak dijadikan untuk mencari uang dengan cara mengamen.

“Ya orang itu nggak ngamen kalau dicukupi dan diberikan kesempatan untuk bisa tampil di ruang-ruang yang lainnya,” tuturnya.

“Sehingga Undang-Undang ya udah nanti kita buat, kita undang berbagai acara di Ibu Kota, acara yang banyak banget,” lanjutnya.