Pramono Pastikan Jakarta di Agustus Aman dan Nyaman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan Bedah Rumah di Kawasan Bekas Kebakaran di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan Bedah Rumah di Kawasan Bekas Kebakaran di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjamin kondisi ibu kota akan tetap aman dan kondusif sepanjang bulan Agustus 2026.

Hal itu disampaikan Pramono saat menjawab pertanyaan mengenai kekhawatiran potensi gangguan keamanan pada Agustus, berkaca pada peristiwa kerusuhan yang pernah terjadi di Jakarta tahun lalu.

“Yang jelas untuk menjamin Jakarta tetap aman, nyaman, damai, itu adalah tugas kita bersama. Sehingga dengan demikian apa yang kami lakukan untuk membuat aman, nyaman itu, kalau hati kita nyaman, aman kan pasti suasananya juga aman, nyaman,” kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8). Pramono mengaku optimistis situasi Jakarta selama bulan Agustus akan tetap kondusif. “Dan saya termasuk meyakini Jakarta bulan Agustus ini aman, nyaman,” lanjutnya.

Pagar besi di area depan Mall telah dicopot pada Senin (3/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Pramono juga sempat menyoroti pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah kawasan Jakarta, termasuk di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan kumparan pada Senin (3/8), pagar besi yang sebelumnya terpasang di bagian depan mal tersebut telah dicopot. Pagar yang membentang dari gerbang masuk hingga gerbang keluar kendaraan roda empat kini telah hilang dan hanya menyisakan bekas baut penyangga yang ditutup cone pembatas jalan. Pramono menilai pemasangan pagar tinggi di mal maupun kawasan perkantoran tidak diperlukan karena menciptakan kesan seolah kondisi keamanan Jakarta sedang tidak baik-baik saja. “Bahkan saya berpikir pagarnya itu enggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka. Sehingga dengan demikian kami akan segera memutuskan untuk itu, untuk Jakarta ya,” ujar Pramono saat membuka turnamen tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Hotel Borobudur, Sabtu (1/8). Selain itu, kekhawatiran juga berkaitan dengan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada 28 Agustus 2025 lalu. Dalam demonstrasi tersebut, Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) tewas terlindas kendaraan taktis polisi usai aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.