Pramono Pastikan Keamanan Jadi Prioritas Proyek LRT Velodrome-Manggarai
·waktu baca 2 menit

Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mengebut pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Proyek transportasi publik sepanjang 6,4 kilometer tersebut ditargetkan rampung dan beroperasi di bulan Agustus 2026.
Namun muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai keamanan proyek tersebut bila penyelesaiannya dikebut selesai pada pertengahan tahun ini.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, keamanan dalam penyelesaian proyek transportasi umum itu merupakan prioritas utama. Sehingga sebelum proyek itu diresmikan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan uji coba terlebih dahulu.
"Keamanan untuk LRT, MRT itu top priority. Walaupun dikebut sebenarnya bukan dikebut, karena memang harus selesai pada bulan Agustus nanti sudah full operasi. Dan itu memang sudah ditetapkan. Maka kenapa sekarang ini sudah mulai commissioning. Nah, yang namanya commissioning itu kan uji coba," ujar Pram kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5).
Hingga awal 2026, progres pembangunan LRT ini telah mencapai sekitar 89 persen. Jalur layang di kawasan Manggarai terlihat hampir tersambung sepenuhnya dan pengerjaan fisik terus dikebut agar sesuai target operasional pada Agustus nanti.
"Dalam uji coba ada yang rangkaiannya berapa, headway-nya berapa, itulah yang dilakukan sekarang. Harapan saya nanti Agustus begitu diresmikan akan beroperasi sepenuhnya," jelas Pramono.
Proyek LRT ini nantinya juga mencakup pembangunan lima stasiun baru, yakni Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Pemprov DKI menilai, proyek ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan dan mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
