Pramono Resmikan Puskesmas Pembantu di Jakbar, Dorong Penurunan RW Kumuh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau dan meresmikan sasana tinju di kolong jalan layang kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau dan meresmikan sasana tinju di kolong jalan layang kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan 2, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Peresmian dilakukan sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan di tingkat kelurahan.

“Hari ini saya bersama Askesra, Kepala Dinas Kesehatan, Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD secara resmi meresmikan gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kecamatan Kembangan.” kata Pramono di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5).

Ia mengatakan, fasilitas tersebut setiap hari melayani sekitar 80 hingga 100 warga. Menurutnya, pelayanan yang diberikan telah berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Puskesmas ini hariannya melayani antara 80 sampai dengan 100 orang dan tadi saya melihat hampir semua fasilitas yang dimiliki kondisinya sangat-sangat baik dan respons masyarakat mereka rata-rata mengapresiasi terhadap pelayanan yang ada,” ujarnya.

Pramono menyebut, Puskesmas Pembantu Meruya Selatan 2 didukung oleh 17 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.

“Jumlah SDM di Meruya Selatan 2 ini sebanyak 17 orang, ada dua dokter umum, dua dokter gigi, bidan, perawat, dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI dalam memperluas akses fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Jakarta, yang meliputi rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu.

“Karena seperti kita ketahui bersama, Jakarta mempunyai 31 rumah sakit dan akan membangun 2 rumah sakit lagi, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengaitkan penguatan layanan kesehatan dengan upaya penanganan kawasan kumuh di Jakarta. Ia menyebut penurunan jumlah RW kumuh menjadi salah satu indikator perbaikan kualitas lingkungan.

“Seperti kita ketahui kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan RW kumuh di Jakarta menurun secara drastis dari 445 ke 211," katanya.

Menurutnya, puskesmas pembantu memiliki peran dalam mendukung penurunan RW kumuh melalui peningkatan layanan kesehatan dasar di masyarakat.

“Maka puskesmas-puskesmas pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta,” kata Pramono.

Pramono juga menyoroti adanya pemanfaatan puskesmas oleh kelompok lansia sebagai ruang aktivitas sosial dan olahraga. Ia menilai hal itu menunjukkan fasilitas kesehatan juga berfungsi sebagai ruang interaksi masyarakat.

Ia berharap keberadaan fasilitas kesehatan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mendukung target Jakarta yang lebih bersih dan sehat.