Pramono: Saya Tak Malu Lanjutkan Program Gubernur Sebelumnya demi Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri Penandatanganan dan Penyerahan Berita Acara Serah Terima Pemenuhan Kewajiban Fasos/Fasum Semester I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri Penandatanganan dan Penyerahan Berita Acara Serah Terima Pemenuhan Kewajiban Fasos/Fasum Semester I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tak memiliki ego untuk menghentikan program-program yang telah dirintis para gubernur terdahulu. Menurutnya, pembangunan yang baik harus dilanjutkan selama membawa manfaat bagi warga Jakarta.

Pramono mengatakan, salah satu persoalan yang kerap terjadi dalam pemerintahan adalah pemimpin baru enggan melanjutkan program pendahulunya karena ego yang berlebihan.

“Banyak pertanyaan yang mendasar kepada saya, bagaimana arah pembangunan Jakarta? Dulu pasti orang membayangkan bahwa salah satu faktor pemimpin republik ini maupun pemimpin kepala daerah adalah egonya berlebihan. Selalu enggak mau meneruskan pekerjaan-pekerjaan atau hal-hal baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya,” kata Pramono saat membuka Workshop Nasional Creativity Day for Teachers di Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (6/8).

Namun, ia menegaskan tidak menganut cara berpikir tersebut.

“Saya mengatakan bahwa saya enggak, saya enggak malu melanjutkan apa yang dari Pak Sutiyoso, Bang Ali, Pak Fauzi Bowo, Mas Anies, Pak Ahok, Pak Jokowi, siapa pun itu selama untuk kebaikan Jakarta,” ujar Pram.

Pencabutan Tiang Monorel

Pramono kemudian memaparkan sejumlah proyek yang menurutnya menjadi contoh keberlanjutan pembangunan di Jakarta.

Kendaraan bermotor melintas di samping galian bekas fondasi tiang proyek monorel terlihat di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia mencontohkan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said. Menurutnya, tiang monorel mangkrak yang telah berdiri selama 22 tahun akhirnya dibongkar sehingga kawasan tersebut menjadi lebih rapi dan kemacetan berkurang.

“Maka apa yang kami lakukan, dulu di Rasuna Said ini ada monorel yang sudah 22 tahun enggak pernah dibongkar. Alhamdulillah sekarang sudah bersih, dan alhamdulillah Rasuna Said sekarang kemacetannya turun drastis,” ucap politikus PDIP ini.

Proyek monorel dibangun pada tahun 2004 di bawah kepemimpinan Sutiyoso sebagai bagian dari rencana induk transportasi makro Jakarta (bersama dengan Transjakarta). Proyek ini kemudian mangkrak akibat masalah pendanaan dan sengketa konsorsium.

Akses JIS

Warga berjalan melintasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama BTN di kawasan Ancol, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Pramono juga menyinggung penyempurnaan akses menuju Jakarta International Stadium (JIS) yang dibangun pada era Anies Baswedan. Menurut dia, persoalan utama JIS bukan berada pada bangunannya, melainkan akses dan parkir yang kerap memicu kemacetan saat digelar konser maupun pertandingan sepak bola.

Karena itu, Pemprov DKI menghubungkan JIS dengan kawasan Ancol melalui jalur sepanjang sekitar 350 meter agar pengunjung dapat memanfaatkan kantong parkir di Ancol yang berkapasitas ribuan kendaraan.

“Begitu saya dilantik menjadi Gubernur, yang saya benahi di awal sebenarnya JIS. Apa yang saya lakukan? Saya hubungkan antara JIS dengan Ancol, kurang lebih 350 meter,” kata Sekretaris Kabinet era Presiden Jokowi ini.

Capres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan berswafoto dengan penonton saat menyaksikan pertandingan sepak bola antara Argentina melawan Brazil pada perempat final Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (24/11/2023). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Selain itu, ia menyebut kini Stasiun JIS telah terhubung dengan layanan KRL sehingga akses menuju stadion menjadi lebih mudah dari berbagai wilayah Jabodetabek.

MRT Jakarta

Pramono juga menyinggung proyek MRT Jakarta. Ia mengungkapkan penandatanganan proyek tersebut dilakukan pada masa Fauzi Bowo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurutnya, pembangunan MRT akan terus dilanjutkan hingga Harmoni pada 2027 dan diteruskan sampai Kota Tua pada 2029 sehingga menjadi tulang punggung transportasi publik Jakarta.

Pekerja memantau proyek pembangunan tunnel MRT Harmoni-Kota di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

“Kalau itu terjadi maka backbone utama ataupun rute utama MRT selesai,” ujarnya.

Pembangunan LRT Jakarta

Tak hanya itu, Pramono mengatakan pembangunan LRT Jakarta yang dimulai pada era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari Kelapa Gading menuju Velodrome kini diteruskan hingga Manggarai.

LRT Jakarta dari Stasiun LRT Jakarta Pegangsaan Dua-Rawamangun, Selasa (14/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ia menyebut lintasan sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun tersebut ditargetkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus tahun ini dan diproyeksikan melayani sekitar 80 ribu penumpang per hari.

“Ada peninggalan Pak Ahok, LRT dari Kelapa Gading yang dibangun sampai Velodrome, yang akhirnya kami lanjutkan dari Velodrome sampai dengan Manggarai,” kata Pramono.