Pramono Sebut Air Bersih Sudah Terakses 82% Warga Jakarta, Target 100% di 2029

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan akses air bersih bagi warga Jakarta saat ini sudah mencapai 82 persen. Ia optimistis cakupan layanan air bersih di Jakarta akan mencapai 100 persen pada 2029.

“Ketika saya mencanangkan di tahun 2029 bahwa air bersih di Jakarta sudah 100 persen, masih pada waktu itu banyak orang yang tidak percaya,” kata Pramono saat menghadiri Jakarta Water Hero 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6).

“Dan sekarang capaian PAM Jaya sudah 82 persen. Dan saya yakin masih ada tiga tahun lagi pasti akan bisa terpenuhi untuk 100 persen,” lanjutnya.

Pramono menegaskan, akses air bersih untuk seluruh warga Jakarta harus berjalan beriringan dengan keberpihakan kepada kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu.

Menurutnya, program bantuan bagi warga rentan tetap menjadi prioritas di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik saat ini.

“Kalau PAM Jaya memang programnya adalah memberikan air untuk masyarakat yang tidak mampu, itu sudah senapas dengan apa yang diharapkan oleh eksekutif maupun legislatif,” ujar Pramono.

Pramono menekankan, bantuan bagi masyarakat miskin tidak boleh dikurangi, sebagaimana program sosial lain seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga penciptaan lapangan kerja.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin saat Jakarta Water Hero 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengejar target layanan air bersih 100 persen pada 2029.

Salah satunya ialah pembangunan tambahan instalasi pengolahan air di Jakarta Barat. Selain itu, PAM Jaya juga akan membangun embung di kawasan Angke sebagai sumber air baru.

“Insyaallah nggak lama Jakarta Barat akan segera dibangun tambahan instalasi pengolahan air lagi,” kata Arief.

“Bahkan nanti akan ada embung di Angke yang nantinya akan menjadi embung pertama yang dikelola oleh BUMD PAM Jaya,” lanjutnya.

Menurutnya, pembangunan embung tersebut menjadi bagian dari strategi PAM Jaya mengantisipasi ketidakpastian proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong yang hingga kini belum memiliki kepastian waktu pelaksanaan.

“Sementara kami harus mengejar target Bapak untuk menyelesaikan ini agar masyarakat Jakarta merdeka akan air bersih pada tahun 2029,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan, PAM Jaya juga menyiapkan program bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Kartu Air Sehat. Melalui program itu, warga penerima manfaat hanya dikenakan tarif Rp1 per liter untuk penggunaan air bersih.

“Kami menerbitkan Kartu Air Sehat yang pemakaiannya per liter hanya dikenakan satu rupiah. Sehingga ini akan membantu menggairahkan perekonomian yang saat ini terjadi di Jakarta,” kata Arief.

Dalam kesempatan yang sama, Ia mengatakan PAM Jaya telah menanamkan sekitar 13.200 kilometer jaringan pipa di Jakarta. Untuk mencapai target layanan penuh pada 2029, perusahaan masih harus menyelesaikan pembangunan lebih dari 2.000 kilometer jaringan pipa tambahan.

Arief menyebut perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari mandat Pemprov DKI Jakarta agar seluruh warga ibu kota dapat menikmati akses air bersih yang merata dalam tiga tahun ke depan.