Pramono Sebut RSUD Pasar Minggu Jadi Rujukan Pasien Kanker dari Depok-Bogor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau RSUD Pasar Minggu sekaligus Meresmikan Gedung Aura Oncology Center dalam Rangka Hari Penglihatan Sedunia, di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau RSUD Pasar Minggu sekaligus Meresmikan Gedung Aura Oncology Center dalam Rangka Hari Penglihatan Sedunia, di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien kanker dari luar Jakarta, termasuk Depok dan Bogor. Tingginya kebutuhan layanan kanker membuat Pemprov DKI berencana menambah satu unit alat Linear Accelerator (LINAC) di rumah sakit tersebut.

Hal itu disampaikan Pramono saat meresmikan Gedung Aura Oncology Center di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (30/10).

Pramono mengatakan, RSUD Pasar Minggu selama ini menjadi salah satu rumah sakit dengan spesialisasi utama penanganan penyakit kanker. Bahkan, sejumlah rumah sakit di daerah sekitar Jakarta merujuk pasien kanker ke rumah sakit tersebut.

“Rumah Sakit Pasar Minggu ini memang salah satu spesialisasi yang utama adalah penanganan penyakit kanker. Bahkan hampir sebagian besar rumah sakit di luar Jakarta yang berdekatan dengan RSUD Pasar Minggu ini, dalam tadi saya berdiskusi dengan beberapa pasien yang ada, rujukannya kalau penyakit berkaitan dengan kanker hampir semuanya ke RSUD Pasar Minggu,” kata Pramono.

RSUD Pasar Minggu Foto: Dok. RSUD Pasar Minggu

Ia mengatakan, saat meninjau rumah sakit tersebut, dirinya sempat berbincang dengan beberapa pasien. Mereka merupakan pasien rujukan dari luar Jakarta, yakni pasien dari Depok dan dari Bogor.

Pramono memastikan pasien dari luar Jakarta tetap bisa memperoleh layanan di RSUD milik Pemprov DKI, termasuk mereka yang menggunakan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, masyarakat dari luar Jakarta yang memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan dapat mengakses layanan melalui mekanisme rujukan antarfasilitas kesehatan.

“Kalau ada rujukan dari luar Jakarta, kami akan memfasilitasi. Kebetulan kami Dinas Kesehatan punya UPT Jamkesjak yang akan melakukan membantu dan memudahkan masyarakat dari luar kota untuk dapat mengakses layanan di Jakarta,” ujar Ani.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, usai peresmian Gedung Aura Oncology Center dalam Rangka Hari Penglihatan Sedunia, di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Direktur RSUD Pasar Minggu Friana Asmely mengatakan, rumah sakit tersebut menerima pasien BPJS Kesehatan, termasuk pasien rujukan dari luar daerah, selama ketersediaan tempat tidur rawat inap masih memungkinkan.

“Kami layani semua. Tidak ada yang kami tolak,” kata Friana saat menjawab pertanyaan Pramono mengenai pelayanan pasien BPJS Kesehatan.

Friana menjelaskan, RSUD Pasar Minggu memiliki 394 tempat tidur rawat inap. Dari jumlah tersebut, terdapat 60 tempat tidur untuk perawatan kritis.

Ia juga menyebut sekitar 90 persen pasien RSUD Pasar Minggu merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah sakit tersebut turut menyediakan pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN.

“Kita juga punya 394 tempat tidur rawat inap, di mana sebenarnya persyaratan dari Kementerian Kesehatan hanya 10 persen bed rawat inap kritis, kita punya 60 bed rawat inap kritis, jadi lebih dari 10 persen bed rawat inap kritis. 90 persen kita pasien kita adalah pasien JKN dan kita punya Mobile JKN, pasien bisa mendaftar online dan datang sesuai waktunya,” jelas Friana.

Selain itu, RSUD Pasar Minggu menggunakan sistem Bed Management Information System untuk memantau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit milik Pemprov DKI. Sementara rujukan antarfasilitas kesehatan dilakukan melalui sistem JakConnected.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau RSUD Pasar Minggu sekaligus Meresmikan Gedung Aura Oncology Center dalam Rangka Hari Penglihatan Sedunia, di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menurut Friana, sejak triwulan I hingga triwulan III 2026, RSUD Pasar Minggu masuk tiga besar rumah sakit dengan respons tercepat dalam menerima rujukan. Waktu respons rumah sakit tersebut disebut kurang dari tujuh menit.

“Jadi tanpa perlu ada ACC dari teman-teman spesialis terutama bed kritis, ketika ada pasien kritis langsung bisa di-ACC oleh dokter umum untuk menerima pasien tersebut ketika bed kita kosong,” ujar dia.

Pramono mengatakan, pasien kanker membutuhkan penanganan berulang sehingga kapasitas pelayanan rumah sakit perlu diperkuat. Ia mengaku melihat langsung kondisi ketersediaan tempat tidur yang hampir seluruhnya terisi saat meninjau RSUD Pasar Minggu.

Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan DKI menambah satu unit alat LINAC di rumah sakit tersebut.

“Jadi, mudah-mudahan karena ada Ketua Komisi E sekaligus kita akan tambah satu alat lagi yang namanya LINAC di tempat ini karena memang sangat-sangat dibutuhkan,” ujar Pramono.

Ilustrasi RSUD Pasar Minggu, Jakarta. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

LINAC atau Linear Accelerator merupakan alat yang digunakan dalam radioterapi untuk memberikan radiasi pada sel kanker. Penambahan alat tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan pengobatan kanker di RSUD Pasar Minggu.

Sebelumnya, Pramono meresmikan Gedung Aura Oncology Center di RSUD Pasar Minggu. Pusat layanan kanker tersebut menyediakan pelayanan mulai dari deteksi dan diagnosis dini, kemoterapi, radioterapi, pembedahan onkologi, hingga ginekologi onkologi.

Layanan tersebut juga mencakup rehabilitasi, perawatan paliatif, serta navigasi pasien kanker. Dengan fasilitas tersebut, RSUD Pasar Minggu diharapkan dapat memperkuat pelayanan kanker terintegrasi bagi masyarakat.

“Peresmian ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kanker di Jakarta dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, bermutu, dan aman,” tegas Pramono.