Pramono Sebut Uji Coba RDF Rorotan Lancar, Pastikan Tak Timbulkan Bau
·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Rorotan telah memasuki tahap commissioning. Meskipun belum berjalan dalam kapasitas penuh, Pramono menyebut pelaksanaan sejauh ini berlangsung lancar.
“Jadi Rorotan kita sekarang ini sebenarnya sudah mulai melakukan commissioning. Tetapi memang skalanya itu belum skala yang besar. Skalanya antara 100 sampai dengan 200 ton,” ujar Pramono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/10).
Ia menjelaskan, pengujian RDF Rorotan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah sampai hari ini, rata-rata commissioning yang dilakukan, yang juga kemudian mengundang masyarakat, berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Menurut Pram, RDF Rorotan ditargetkan mampu mengolah sampah hingga 2.000–2.500 ton. Namun untuk tahap awal, ia ingin memastikan sistem pengolahan berjalan stabil dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.
“Tetapi karena ini kapasitasnya adalah 2.000–2.500 (ton), saya pengin nanti harus pada sampai dengan feeder ataupun sampah yang dimasukkan itu di atas 1.000 atau di atas 1.500 (ton),” jelas Pramono.
Pemprov DKI telah melakukan sejumlah perbaikan, salah satunya dengan pemasangan deodorizer atau alat penyerap bau.
“Kalau itu bisa dilakukan dan kemudian tidak menimbulkan efek bau dan sebagainya. Saya yakin pasti bahwa apa yang sudah kita lakukan perbaikan di Rorotan dengan memasang deodorizer, ternyata memang bisa mengurangi persoalan yang kemudian kemarin dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.
