Pramono soal Rob: Modifikasi Cuaca Dilakukan jika Curah Hujan di Atas 200 Mm
·waktu baca 2 menit

Banjir rob menerjang kawasan Jakarta Utara pada Kamis (4/12) hingga hari ini. Sejumlah wilayah dan jalan di kota yang berbatasan dengan laut itu terendam akibat terjangan rob yang diwarnai hujan deras.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan dirinya terus memonitor ketinggian banjir rob. Dari data terakhir yang diperolehnya, ketinggian banjir rob sudah turun dan diharapkan bakal kembali normal.
"Sekarang saya sudah mendapatkan laporan sudah turun lagi. Dan mudah-mudahan segera normal," kata Pram di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, pada Jumat (5/12).
Apakah akan ada modifikasi cuaca untuk mencegah banjir rob Pramono mengatakan, tiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta didasarkan atas data. Jika angka curah hujan di Jakarta sudah mencapai lebih dari 200 milimeter/hari, maka dirinya bakal melakukan modifikasi cuaca.
"Apa yang dilakukan, termasuk kemudian pemompaan yang kami lakukan sejak awal, dan juga modifikasi cuaca membantu tidak terjadi banjir seperti yang kalau tidak kita lakukan modifikasi cuaca," kata politikus PDIP ini.
Kalau memang ada curah hujan, pokoknya di atas 200, saya sudah perintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca."
Pramono Anung
Dalam meteorologi Indonesia, curah hujan dikategorikan sebagai ekstrem atau sangat lebat jika mencapai ≥ 150 mm/hari dan lebat jika ≥ 100 mm/hari.
Rob Bersamaan dengan Purnama Perige
Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta meminta warga wilayah pesisir untuk siaga dan mewaspadai potensi banjir rob.
"Rob diprediksi terjadi pada 4-6 Desember 2025 dengan waktu puncak 5 Desember pukul 09.00 WIB. Untuk, warga di wilayah pesisir Jakarta diimbau waspada terhadap peningkatan muka air laut," demikian keterangan Pemprov DKI Jakarta di X.
Berikut beberapa wilayah di Jakarta Utara yang perlu mewaspadai fenomena banjir rob:
1. Kamal
2. Muara Angke
3. Baywalk Pluit
4. Sunda Kelapa
5. RE Martadinata
6. Blencong Marunda
Banjir rob ini terjadi bersamaan dengan fenomena perige (jarak terdekat bulan ke bumi) serta purnama pada 4 Desember 2025 yang meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
