Pramono soal Tuduhan Terlibat e-KTP: Setnov Kejar Justice Collaborator

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pramono Anung. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pramono Anung. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto menyeret sejumlah nama dalam kasus korupsi e-KTP. Ada nama baru yang disebut Novanto yakni Seskab Pramono Anung dan Menko PMK Puan Maharani.

Namun Pramono membantah keterangan Novanto tersebut. Dia menuduh mantan Ketua DPR itu hanya menyeret politisi lain demi mendapatkan status sebagai justice collaborator.

"Sekali lagi ini kan untuk mendapatkan justice collaborator menyebut nama-nama. Kalau yang disebut itu ada kaitannya ndak papa, ini ngomong sekali aja," ujar Pramono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

video youtube embed

Pramono heran dengan keterangan Novanto di persidangan. Sebab para saksi dan terdakwa kasus e-KTP lainnya tidak ada yang menyebut dirinya.

"Mulai dari siapa aja yang disebut di persidangan, Pak Irman, Sugiharto, siapa lagi, Gamawan, semuanya. Termasuk dari Komisi II di luar PDIP ngomong aja (menyebut nama Pramono) enggak pernah," ucapnya.

Selain itu, Pramono menyebut di tahun politik seperti saat ini banyak pihak yang saling menyerang.

"Ya karena ini masuk tahun politik, serangan begitu pasti ada. Tapi kita yang penting saya katakan tadi, integritas itu penting, sangat penting," katanya.

Pramono belum berencana mengambil tindakan khusus atas keterangan Novanto. Apalagi menurutnya, Novanto hanya menyebutkan dirinya menerima aliran dana e-KTP tanpa bukti.

"Tadi berkali-kali Pak Nov (berkata) 'katanya, katanya, katanya'. Dia sendiri tidak pernah lihat, tapi kalau ditanya hakim tentang dirinya, dia lupa," ujar Pramono.