Pramono Surati Zulhas, Lahan di TPST Bantergebang Siap Jadi PSEL

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto (kedua kanan) meninjau lokasi longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto (kedua kanan) meninjau lokasi longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Bantargebang, Bekasi, sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah di Ibu Kota.

Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan lahan yang dijadikan salah satu target lokasi dari proyek tersebut, dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Saya tadi komunikasi langsung dengan Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan) dan beliau meminta untuk lahan di Bantargebang yang dipersiapkan untuk pembangkit listrik tenaga sampah, sudah kami persiapkan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/3).

Ia juga menyebut, pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat terkait rencana tersebut.

MenkoPMK Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau fasilitas di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Dan sebenarnya kami sudah berkirim surat kepada Bapak Menko Pangan,” katanya.

Menurut Pramono, kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang saat ini sudah sangat terbebani oleh volume sampah yang terus menumpuk selama bertahun-tahun.

“Memang saya setuju dengan Pak Menko, Bantargebang ini kan sudah terlalu lama sekali, bebannya terlalu berat. Di sana sudah ada sampah 55 juta tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, ini sudah peristiwa yang dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemprov DKI akan segera menindaklanjuti arahan Presiden terkait pengembangan PSEL, termasuk di Bantargebang.

“Sehingga dengan demikian apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk pembangkit listrik tenaga sampah termasuk di dalamnya di Bantargebang, kami segera tindak lanjuti dan Jakarta untuk pembangkit listrik tenaga sampah akan ada tiga dan kami sudah mengirim surat secara resmi kepada Bapak Menko dan juga menteri terkait,” tegas Pramono.

Pengendara sepeda motor melintas di dekat antrean truk sampah di Jalan Pangkalan Lima, Ciketing Udik, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut pemerintah telah menyiapkan konsep penanganan persoalan gunungan sampah di kota-kota besar, termasuk Jakarta seperti di Bantargebang dan Sunter.

Teknologi PSEL disiapkan di 33 kota dan ditargetkan mampu mengurangi permasalahan sampah hingga 20 persen secara nasional. Langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai persoalan sampah sebagai isu mendesak.

“2 Tahun lagi kita akan melihat hasil nyata perubahan besar. Terutama yang besar-besar itu yang open dumping seperti Bantargebang, (seperti yang) di Bali, ya 2027 akhir atau 2028 awal ini bisa kita selesaikan,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Senin (23/2).