Pramono Tata Palmerah Meniru Cikini, Akses Stasiun dan Pasar Akan Dibenahi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana jembatan penyeberangan Stasiun Palmerah, Jakarta pada Selasa (14/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jembatan penyeberangan Stasiun Palmerah, Jakarta pada Selasa (14/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penataan kawasan Palmerah, Jakarta Barat, serupa dengan yang telah dilakukan di kawasan Stasiun Cikini.

Langkah ini diambil menyusul kondisi Pasar Palmerah yang kembali semrawut. Padahal, sebelumnya keadaan di sana sempat tertib karena ada kunjungan Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan SPPG Polri, pada Jumat (13/2) lalu.

“Karena di Palmerah memang kita segera akan lakukan perbaikan seperti di Cikini,” kata Pramono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Sejumlah warga menyeberang menggunakan pelican crossing di Stasiun Cikini, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pramono menjelaskan, salah satu persoalan utama di Palmerah adalah akses menuju stasiun yang belum tertata dengan baik, sehingga masih membahayakan masyarakat.

“Karena di Palmerah itu orang untuk ke stasiun itu harus sebagian masih lompat pagar, persis seperti yang kemarin kita selesaikan di Cikini. Dan untuk itu, saya sebenarnya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk segera menyelesaikan Palmerah,” jelas Pramono.

Menurut Pramono, penataan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta karena aset stasiun merupakan kewenangan PT KAI.

Petugas Dishub berjaga di pelican crossing Stasiun Cikini, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Karena harus bekerja sama dengan KAI. Di situ kan problem-nya yang memiliki stasiun itu adalah KAI,” tuturnya.

Ia mencontohkan penataan di Cikini yang kini memiliki pelican crossing dinilai berhasil mengurai persoalan lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar stasiun.

“Sehingga dengan demikian, apa yang kami lakukan di Cikini kemudian dibangun pelican crossing, itu menyelesaikan persoalan yang ada di Cikini,” kata Pramono.

Sejumlah warga menyeberang menggunakan pelican crossing di Stasiun Cikini, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Model penataan serupa akan diterapkan di Palmerah, termasuk penertiban pedagang dan angkutan umum yang kerap berhenti sembarangan di sekitar pasar dan stasiun.

“Dan untuk Palmerah akan kami lakukan yang sama, termasuk pedagang nantinya kalau itu sudah bisa dilakukan. Maka orang tidak bisa (sembarangan), terutama angkot dan sebagainya ngetem sembarangan,” ujar dia.