Pramono Tinjau Proyek Flyover Latumenten, Target Rampung Desember 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo meninjau progres pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7).

Dalam kunjungannya, Pramono mengatakan Flyover Latumenten merupakan salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan warga Jakarta karena kawasan tersebut selama ini menjadi titik kemacetan pada hampir setiap waktu.

“Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena kalau dilihat pagi, siang, sore selalu kemacetannya tinggi sekali,” kata Pramono kepada wartawan, Kamis (2/7).

“Maka ketika saya mendapatkan usulan agar flyover ini segera dikerjakan, saya sampaikan ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di daerah Grogol, Pluit, Slipi, dan sebagainya,”

Pramono mengungkapkan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 55,2 persen dengan nilai anggaran sebesar Rp 259 miliar.

Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

“Sekarang progresnya sudah 55,2 persen. Budget-nya Rp259 miliar. Ini salah satu proyek prioritas Pemerintah DKI Jakarta yang saya harapkan bisa selesai tanggal 15 Desember 2026,” ujarnya.

Pramono menjelaskan, setelah flyover ini beroperasi, perlintasan sebidang kereta api di bawahnya akan ditutup untuk menghilangkan hambatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Bina Marga bahwa perlintasan di bawahnya akan ditutup sehingga kendaraan harus naik ke atas. Supaya perlintasan sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan tidak menimbulkan kecelakaan,” katanya.

Pramono berharap penyelesaian Flyover Latumenten sesuai target sehingga dapat meningkatkan konektivitas transportasi di Jakarta.

“Saya sungguh berharap penyelesaian Flyover Latumenten ini segera bisa diselesaikan tepat waktu. Mudah-mudahan ini akan membuat konektivitas transportasi Jakarta menjadi lebih baik. Ini salah satu keluhan paling banyak di Jakarta,” ucap Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Pramono menambahkan, fasilitas penunjang di kawasan tersebut juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas. Ia meminta agar lift yang disediakan benar-benar dirawat dan dapat berfungsi dalam jangka panjang.

“Yang paling penting, tempat ini juga ramah disabilitas. Saya sudah minta kepada Kepala Dinas supaya lift-nya betul-betul dipersiapkan dan dirawat terus. Jangan hanya ada saat awal dibuka, lalu tidak dirawat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, penutupan hanya dilakukan pada perlintasan rel kereta api, sementara jalan di bawah flyover tetap dapat digunakan kendaraan untuk berputar arah.

“Jalan ini tetap berfungsi. Dari arah selatan yang ingin kembali ke selatan masih bisa berputar di lokasi ini, begitu pula dari arah utara yang ingin kembali ke utara,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat nantinya dapat mengakses halte Transjakarta yang dibangun di atas flyover melalui jalur pejalan kaki dari kedua sisi jalan. Halte tersebut juga akan terintegrasi dengan Stasiun Grogol untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi.

Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Lebih lanjut Heru memperkirakan keberadaan flyover akan memangkas waktu tempuh kendaraan sekitar 10 hingga 15 menit karena tidak lagi terhambat penutupan pintu perlintasan kereta.

“Saat ini kendaraan sering tertahan karena buka tutup perlintasan kereta api. Nantinya kendaraan bisa langsung melintas di atas flyover tanpa gangguan. Waktu tempuh yang sebelumnya tertahan sekitar 10 sampai 15 menit bisa terpangkas,” katanya.

Sebagai informasi, Flyover Latumenten dibangun untuk memisahkan arus kendaraan dari jalur rel kereta api.

Struktur bangunan yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dengan lebar 11 meter, sedangkan arah Grogol sepanjang 420 meter dengan lebar yang sama. Masing-masing terdiri atas dua lajur kendaraan umum dan satu lajur khusus bus Transjakarta.

Selain flyover, proyek ini juga mencakup pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ramah disabilitas serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun Grogol sebagai bagian dari pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD).