Pramono Tinjau RSUD Budhi Asih, IGD dan Catlab Akan Diperbaiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau RSUD Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau RSUD Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan RSUD Budhi Asih di Kramat Jati, Jakarta Timur, akan dilakukan renovasi untuk meningkatkan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Catheterization Laboratory (Catlab) menjadi fasilitas yang akan diperbaiki.

Pramono menjelaskan RSUD Budhi Asih mendapat apresiasi dari pasien karena pelayanannya yang dinilai baik. Meskipun masih ada keluhan soal ketersediaan obat yang kadang memerlukan waktu untuk pengadaan.

Rumah sakit kelas B ini 95% pasiennya juga merupakan pengguna BPJS. Adapun RSUD Budhi Asih memiliki layanan unggulan untuk kanker, jantung, stroke, uroginekologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak dengan strata madya.

“Sehingga dengan demikian rumah sakit budi Asih ini termasuk rumah sakit tipe B yang performanya baik. Maka untuk itu Kepala Dinas Kesehatan (Ani Ruspitawati) dan juga saya sebagai Gubernur Jakarta ingin mensupport untuk beberapa renovasi yang akan dilakukan termasuk perbaikan IGD-nya, kemudian Catlab dan sebagainya. Mudah-mudahan pelayanannya akan semakin baik,” kata Pramono saat meninjau RSUD Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (16/9).

Selain fasilitas medis, Pramono juga menyoroti faktor kedekatan pelayanan dengan masyarakat sebagai keunggulan RSUD Budhi Asih.

“Terus terang tadi semuanya (pasien) saya tanyain, memang salah satu kelebihannya RSUD Budhi Asih ini adalah pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat yang memang mereka merasa enjoy di tempat ini,” ujar Pramono.

“Salah satu faktor adalah ketika mereka harusnya mulai ngantrenya katakanlah jam 10, rata-rata jam 7 sudah datang. Karena mereka merasa lebih nyaman berada di tempat ini,” tambah dia.

Terkait jumlah pasien, Pramono menyebut RSUD Budi Asih melayani hampir seribu pasien rawat jalan per hari, dengan sekitar 282 pasien rawat inap.

“Dan mengenai biaya tentunya ada anggaran dari pemerintah pusat. Tapi memang saya tidak bisa menyampaikan, karena memang untuk memperlakukan perbaikan ini ada dua cara,” kata Pramono.

“Yang satu dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), yang kedua dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Nah dari BLUD ini lebih fleksibel. Tetapi yang jelas kalau dilihat rumah sakit ini, terutama di tempat-tempat tadi perawatan, saya melihat cukup baik dan cukup bersih,” tandasnya.