Pramono Ungkap Sampah Masih Jadi Penyebab Banjir di Jakarta
·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan selain faktor curah hujan tinggi, persoalan sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir yang melanda sejumlah kawasan Jakarta.
“Dan kenapa banjir ini terjadi? Yang pertama karena curah hujannya tinggi. Tapi yang kedua, yang tidak kalah penting adalah sekali lagi teman-teman sekalian, pengerukan ini kan sekarang sedang dilakukan secara masif di sungai-sungai yang ada termasuk Krukut, Pesanggrahan, Ciliwung, dan sebagainya,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (5/5).
Pramono juga secara tegas meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya kombinasi antara curah hujan tinggi dan saluran air yang tersumbat sampah menjadi faktor utama terjadinya genangan di sejumlah wilayah Jakarta.
“Jadi dalam kesempatan ini saya juga berharap betul bahwa jangan kemudian ketika enggak ada hujan dua minggu, orang (buang sampah sembarangan), sampah itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat,” katanya.
“Dan itulah yang menyebabkan walaupun curah hujannya di bawah 200 sedikit tetapi kemudian ada banjir, tetapi alhamdulillah kemarin malam sudah bisa surut semuanya,” imbuhnya.
Meski demikian, Pramono menyebutkan, pihaknya segera melakukan penanganan dengan mengaktifkan seluruh pompa air saat terjadi banjir.
“Jadi ketika banjir terjadi, saya sudah langsung memerintahkan untuk semua pompa diaktifkan,” katanya.
Menurutnya, usai penanganan, genangan di sejumlah titik juga mulai berangsur surut dalam waktu beberapa jam setelah hujan reda.
“Maka kenapa kemudian ketika banjir ataupun hujan dari jam 5 sampai sekitar jam 8, relatif 3-4 jam kemudian banjirnya kan sudah mulai surut,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, 23 Rukun Tetangga (RT) dan dua ruas jalan masih tergenang banjir hingga Selasa (5/5/2026) pukul 13.00 WIB.
Pada Selasa pagi, jumlah wilayah terdampak banjir bahkan mencapai 115 RT dan 4 ruas jalan. Genangan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (4/5).
