Prancis Akan Evakuasi Ratusan Warganya di Wuhan lewat Udara

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas di rumah sakit di Wuhan, Hubei, China. Foto: Layanan Berita China / Via REUTERS.
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas di rumah sakit di Wuhan, Hubei, China. Foto: Layanan Berita China / Via REUTERS.

Prancis pekan ini akan mengevakuasi ratusan warganya yang terjebak di Wuhan, kota tersebarnya wabah virus corona di China. Langkah Prancis ini sebelumnya telah lebih dulu dilakukan oleh berbagai negara untuk melindungi warga mereka.

Diberitakan Reuters, Minggu (26/1), Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn mengatakan evakuasi akan dilakukan lewat udara menggunakan pesawat. Tidak disebutkan apakah mereka akan menyewa pesawat atau menggunakan maskapai sendiri.

"Warga Prancis akan direpatriasi oleh pesawat ke Prancis, dengan persetujuan pemerintah China. Tindakan ini akan dilakukan tengah pekan," kata Buzyn.

Suasana di dalam mall kota Wuhan, China yang terisolasi akibat virus corona. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

Wuhan dengan penduduk 11 juta orang tengah menjalani karantina demi mencegah penyebaran virus corona. Selain Wuhan, ada 16 kota lainnya di provinsi Hubai yang juga diisolasi. Total ada lebih dari 50 juta orang yang terdampak isolasi ini.

Warga Prancis di Wuhan sendiri berjumlah sekitar 800 orang. Buzyn mengatakan, evakuasi akan memakan waktu hingga 14 hari, ditambah dengan masa karantina untuk mencegah penyebaran virus di Prancis.

Sejauh ini di Prancis terdapat tiga penderita virus corona asal China. Tidak seperti negara-negara lainnya, Prancis menolak melakukan pemindaian panas tubuh penumpang asal China di bandara.

Petugas memindai masyarakat dengan alat khusus untuk mendeteksi virus corona di Wuhan, China. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

Buzyn mengatakan, cara ini tidak efektif karena gejala demam bisa timbul belakangan dan penumpang bisa minum aspirin untuk menurunkan suhu tubuh.

"Buktinya tiga pasien terkonfirmasi virus corona di Prancis tidak terdeteksi oleh pemindai suhu. Mereka tiba tanpa demam, dan mendapatkan gejalanya belakangan," kata Buzyn.

Sejauh ini sudah 80 orang meninggal dunia akibat virus corona di China. Lebih dari 2.700 orang mengidap virus ini.

Berbagai negara berlomba-lomba memulangkan warganya dari Wuhan. Amerika Serikat, salah satunya, akan segera menarik pulang 1.000 warganya di kota tersebut.

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terkena virus Wuhan ke rumah sakit Jinyintan, China. Foto: AFP/STR

Jepang juga menyatakan akan menyewa pesawat untuk memulangkan warga mereka dari Wuhan. Sri Lanka pada Minggu telah menyatakan akan mengevakuasi 150 mahasiswa mereka dari Wuhan dalam dua hari ke depan.

Belum ada rencana evakuasi untuk sekitar 90 mahasiswa Indonesia di Wuhan yang sudah meminta dipulangkan. Pemerintah beralasan, Indonesia masih terkendala isolasi wilayah.

"Masih ada kendala masuk Wuhan karena diisolasi. Kemlu terus memonitor melalui perwakilan kita di RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dari waktu ke waktu," ujar Plt Jubir Kemlu RI, Teuku Faizasyah, saat dihubungi kumparan, Minggu (26/1).

video youtube embed