Prancis Izinkan Remaja 12-18 Tahun Divaksin COVID-19 Mulai 15 Juni

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang dokter menyuntikkan vaksin corona kepada perawat di George Washington University Hospital, di Washington, AS, Senin (14/12).  Foto: Jacquelyn Martin/Pool/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang dokter menyuntikkan vaksin corona kepada perawat di George Washington University Hospital, di Washington, AS, Senin (14/12). Foto: Jacquelyn Martin/Pool/REUTERS

Prancis dalam dua pekan ke depan akan memperluas cakupan penerima vaksinasi COVID-19. Mulai 15 Juni, remaja berusia 12-18 tahun diperbolehkan disuntik vaksin corona.

Dikutip dari Reuters, kabar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke wilayah Lot di barat daya Prancis.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat-obatan Eropa telah memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer/BioNTech untuk digunakan pada remaja berusia paling muda 12 tahun, menyusul kebijakan serupa oleh AS dan Kanada. Hal ini diharapkan dapat semakin memperluas dan mempercepat program vaksinasi COVID-19 di Eropa.

Lembaga kesehatan Prancis akan segera mengumumkan aturan vaksinasi remaja pada Kamis (3/6) waktu setempat.

Selain itu, Macron menyampaikan bahwa aturan kewajiban menggunakan masker di luar ruangan akan perlahan-lahan dihilangkan.

kumparan post embed

Situasi COVID-19 di Prancis mulai menunjukkan adanya perbaikan, dengan penambahan kasus harian mencapai angka di bawah 10.000 kasus per hari. Pada Rabu (2/6), Kementerian Kesehatan Prancis mencatat 8.743 kasus baru.

Kematian akibat COVID-19 juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Pada Selasa (1/6), tercatat 144 pasien meninggal dunia. Sementara pada Rabu (2/6), kematian tercatat sebanyak 96 jiwa. Angka tersebut turun hingga 48.