Prancis Siap Jadi Mediator AS-Iran

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Emmanuel Macron, Presiden Prancis. (Foto: AP Photo/Francois Mori, Pool)
zoom-in-whitePerbesar
Emmanuel Macron, Presiden Prancis. (Foto: AP Photo/Francois Mori, Pool)

Pidato Presiden AS Donald Trump dalam majelis kehormatan PBB yang mengutuk Korea Utara dan Iran, mengundang reaksi Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron tergerak untuk menjadi mediator bagi AS dan Iran, yang disebut oleh Trump sebagai negara nakal yang ekonominya lemah dan pengekspor kekerasan.

Macron akan memastikan bahwa Teheran terlibat dalam menemukan solusi politik di Suriah.

"Jika kita tidak menyelesaikan masalah Suriah dengan Iran di atas meja, maka kita tidak akan mendapat respon yang efisien karena Iran saat ini menjadi salah satu kekuatan yang memiliki pengaruh di lapangan," kata Macron dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/9).

Donald Trump (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

Macron membuat sebuah kelompok kontak internasional di Suriah untuk menghidupkan kembali perundingan damai yang macet di Jenewa. Namun Amerika Serikat telah menunjukkan sikap anti-Iran sejak Trump mengambil alih kekuasaan. Sikap Trump ini mempersulit perundingan damai antara negara-negara besar.

"Memperhatikan penolakan AS hari ini, saya ingin agar kelompok kontak tersebut maju dan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Prancis dapat bertindak sebagai perantara dengan Iran," kata Macron.