Prasetyo Ungkap Arahan Prabowo ke Guru Besar: Inovasi Swasembada-Mobil Nasional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berada di ruang wartawan Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9/2025).  Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berada di ruang wartawan Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan rektor, guru besar dan dekan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1).

Pras menjelaskan, Prabowo sempat memberikan gambaran secara umum terkait kondisi geopolitik saat ini. Prabowo, kata Pras, menekankan agar Indonesia harus mandiri.

"Hanya secara umum. Jadi beliau memberikan gambaran bahwa maksud dari geopolitik adalah bahwa kita sebagai bangsa sekali lagi berkali-kali Bapak Presiden menekankan bahwa kita harus berpikir untuk kita mandiri. Jadi penekanannya lebih secara umum kalau dari sisi geopolitik itu," kata Pras.

Karenanya, Pras menegaskan Prabowo meminta dukungan kepada para akademisi untuk berinovasi dalam swasembada pangan, energi dan teknologi.

Suasana acara silaturahmi Presiden Prabowo Subianto dengan Rektor serta Pimpinan PTN dan PTS di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

"Oleh karena itulah beliau meminta support kepada para rektor, guru besar, karena bagaimanapun rektor dan guru besar beserta dengan civitas akademika dan para mahasiswa melakukan inovasi-inovasi, tapi dalam kerangka mengejar tadi, mengejar swasembada pangan, mengejar swasembada energi, mandiri secara teknologi," ujarnya.

Lebih lanjut, Pras menuturkan Prabowo juga sempat menyinggung terkait dengan mobil nasional.

"Tadi beliau juga menyinggung tentang mobil nasional, itulah arah ke depan yang dikehendaki oleh Bapak Presiden untuk menjadi cita-cita kita bersama sebagai satu bangsa gitu," pungkasnya.