Pratikno Akui Masih Banyak PR Pascabencana Sumatera, Minta Dukungan Pusat-Daerah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK, Pratikno saat konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang disiarkan secara langsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK, Pratikno saat konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang disiarkan secara langsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan percepatan penanganan bencana tetap harus dilanjutkan karena masih terdapat sejumlah PR yang harus dikerjakan.

“Alhamdulillah progresnya luar biasa, sangat cepat, tetapi masih banyak PR-PR yang harus kita lanjutkan,” kata Pratikno dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Pratikno menegaskan penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah.

“Jadi yang utama adalah bahwa ini bukan hanya urusan pusat tetapi juga urusan daerah. Jadi kita juga harus dukung pemda-pemda untuk bisa berperan aktif di sini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bencana tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan juga berbagai daerah di Indonesia dan seluruhnya tetap menjadi perhatian pemerintah.

Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian pada Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: Dok. Kemendagri

“Bencana bukan hanya di tiga provinsi ini. Sejak pasca November kita menghadapi bencana Sumatera, terus kemudian rangkaian bencana serupa hidrometeorologi juga terjadi di beberapa daerah yang lain,” kata Pratikno.

Sejumlah wilayah yang terdampak, lanjutnya, antara lain Maluku Utara, Sulawesi Utara, Halmahera, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

“Semua daerah lain juga tetap terus kita kawal penyelesaiannya,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan progres penanganan pascabencana menunjukkan perkembangan signifikan.

“Setelah dua bulan lebih pasca bencana, progresnya secara umum sangat signifikan,” kata Tito.

Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan jembatan di Jalur Lintas Aceh Tenggara di Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Selasa (3/2/2026). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Ia menjelaskan, dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 37 daerah atau sekitar 71 persen sudah dinyatakan normal.

“52 kabupaten/kota, 37 normal, itu 71 persen. Yang lain mendekati normal dan yang memerlukan atensi,” ujarnya.

Meski demikian, Tito menegaskan pemerintah tidak ingin berpuas diri dan akan terus mendorong percepatan pemulihan melalui evaluasi berkala.

“Untuk selanjutnya kita jangan berpuas diri, secepat mungkin, kita harus bekerja lebih keras lagi,” kata Tito.

“Sekali lagi, mohon dukungan dan kerja sama kita semua,” tutupnya.