Pratikno Nilai Pendidikan dengan AI Lebih Efektif: Tapi Harus Bijak
·waktu baca 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menilai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Namun, ia mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi tersebut secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif, terutama bagi generasi muda.
"Jadi memang teknologi digital dan AI sangat bagus untuk meningkatkan produktivitas, pembelajaran lebih efektif. Tapi harus digunakan secara bijak," ujar Pratikno di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (19/5).
Pratikno menegaskan jangan sampai screen time anak-anak lebih banyak dihabiskan untuk scrolling gadget. Karena scrolling membuat anak mendapat informasi tidak komprehensif.
"Memperoleh informasi yang tidak komprehensif, kadang-kadang juga riset menunjukkan bahwa itu bisa menimbulkan depresi dan lain-lain," ucap dia.
Pratikno menjelaskan, pihaknya di Kemenko PMK tengah mendorong kampanye penggunaan teknologi secara cerdas dan bijak. Hal ini menjadi penting mengingat banyak sektor yang menjadi koordinasi Kemenko PMK terdampak langsung oleh disrupsi teknologi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan keluarga dan anak.
"Jadi kami di Kemenko PMK ini mengkoordinatori beberapa kementerian dan kedeputian di dalam Kemenko PMK ini, terdiri dari satu kedeputian keluarga anak dan perempuan, kemudian yang kedua kesehatan, yang ketiga pendidikan, yang keempat itu jati diri bangsa, evolusi mental, kelima itu kebencanaan," terang dia.
Ia menyoroti fenomena meningkatnya screen time yang berlebihan di masyarakat sebagai salah satu dampak dari perkembangan teknologi yang tidak bijak. Bahkan dalam satu keluarga, komunikasi langsung bisa tergantikan oleh interaksi melalui layar, yang menurutnya dapat merusak kualitas relasi sosial dan kesehatan mental.
"Nah oleh karena itu, karena teknologi itu sangat mempengaruhi bidang tugas kami di Kemenko PMK, makanya kami mendorong bagaimana kita cerdas menggunakan teknologi, tetapi kita juga harus bijak menggunakan teknologi. Begitu kira-kira," tandas dia.
