Presiden Afsel saat Bertemu Prabowo: KAA Bandung 1955 Inspirasi Pemimpin Kami

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyinggung Konferensi Asia Afrika (KAA) saat diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/10).

Ramaphosa menilai, KAA yang digelar di Bandung pada 18-24 April 1955 menjadi sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa Afrika dalam melawan kolonialisme.

“Kami mengucapkan selamat atas peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika. Konferensi Bandung pada tahun 1955 merupakan sumber inspirasi dan penyemangat yang besar bagi para pemimpin perjuangan pembebasan kami yang hadir di sana,” kata Ramaphosa.

Sejumlah anggota Pramuka mengibarkan bendera peserta Konferensi Asia Afrika di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Bandung, Jawa Barat, Senin (18/4/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

KAA 1955 di Bandung dihadiri oleh 29 negara dari Asia dan Afrika, mewakili sekitar 1,5 miliar penduduk dunia atau 54 persen populasi global saat itu. KAA menghasilkan Dasasila Bandung, sepuluh prinsip dasar yang menolak kolonialisme dan menegaskan solidaritas antarbangsa berkembang.

Ia memuji Indonesia yang dinilai konsisten menolak segala bentuk diskriminasi dan rasisme.

“Selama bertahun-tahun, rakyat Afrika Selatan menemukan sekutu yang setia pada Indonesia, yang secara konsisten mendukung perjuangan melawan apartheid. Kami akan selamanya berterima kasih atas dukungan dan solidaritas rakyat Indonesia,” ujar Ramaphosa.

Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ramaphosa menambahkan, kunjungannya ke Indonesia menjadi bukti kuat hubungan baik kedua negara. Ia berharap kerja sama bisa terus diperkuat, terutama di sektor strategis seperti perdagangan, energi, dan pendidikan.

“Ini adalah bukti nyata dari komitmen bersama kita untuk memperdalam kerja sama antara kedua negara. Pertemuan ini berlangsung pada saat yang sangat penting dalam hubungan bilateral kita,” tuturnya.