Presiden Argentina Javier Milei Kena Skandal Kripto, Oposisi Desak Pemakzulan

18 Februari 2025 12:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Argentina Javier Milei menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Shawn THEW / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Argentina Javier Milei menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Shawn THEW / POOL / AFP
ADVERTISEMENT
Presiden Argentina, Javier Milei, menghadapi tekanan politik buntut dukungan terhadap token kripto yang nilainya kemudian anjlok dalam hitungan jam.
ADVERTISEMENT
Oposisi menudingnya terlibat dalam skema yang merugikan banyak investor dan menyerukan pemakzulan.
Milei mempromosikan token kripto $Libra melalui akun media sosialnya pada Jumat (14/2), menyebutnya sebagai proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi Argentina.
Nilai token itu langsung melonjak mendekati USD 5 sebelum turun drastis ke bawah USD 1 dalam beberapa jam.
Mengutip Guardian, komunitas finansial di Argentina menilai kasus ini sebagai skema “tarik karpet”, praktik manipulasi pasar. Aset dipompa nilainya sebelum jatuh karena pemegang awal menjual secara besar-besaran.
Istilah yang populernya adalah pompom atau pump and dump.
Beberapa analis menyebutnya sebagai bentuk penipuan atau skema Ponzi.
Milei menghapus unggahannya beberapa jam kemudian dan mengeklaim tidak mengetahui detail proyek tersebut.
Kini kejaksaan federal tengah menyelidiki apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam promosi itu.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi mata uang kripto. Foto: REUTERS/Ann Wang
Sekelompok pengacara mengajukan gugatan penipuan terhadap Milei pada Minggu (16/2), menudingnya sebagai bagian dari skema penipuan besar-besaran yang melibatkan peluncuran token $Libra.
Mantan Presiden Cristina Fernández de Kirchner juga mengkritik Milei.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut kejadian ini serius, terutama jika seorang kepala negara menggunakan posisinya untuk mempromosikan proyek swasta.
Kandidat presiden Argentina Javier Milei melambai kepada pendukungnya saat bereaksi bersama calon wakil presiden Victoria Villarruel terhadap hasil pemilihan presiden, di Buenos Aires, Argentina, Minggu (22/10/2023). Foto: Matias Baglietto/REUTERS

Tikus Kotor

Milei membalas kritik dengan menyebut lawan-lawannya sebagai “tikus kotor dari kasta politik” yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan mereka.
Kantor kepresidenan pun menegaskan bahwa Milei tak terlibat dalam pengembangan $Libra dan telah menginstruksikan kantor antikorupsi untuk melakukan penyelidikan.
Analis politik Marcelo Garcia menilai krisis ini bisa mengancam kredibilitas Milei di mata investor.
“Pemerintah harus segera memberikan penjelasan yang jelas sebelum krisis ini merusak reputasi Milei sebagai pemimpin pemulihan ekonomi,” katanya.
Mantan Presiden Cristina Fernández de Kirchner Foto: Juan Mabromata /AFP
Sejak menjabat akhir 2023 silam, Milei telah menerapkan banyak regulasi ekonomi yang dianggap kontroversial. Ia memecat puluhan ribu PNS untuk menurunkan inflasi di negaranya dari 200% menjadi 3% per bulan.
ADVERTISEMENT
Banyak warga Argentina —negara yang dikenal sebagai pasar besar bagi mata uang kripto — beralih ke aset digital sejak krisis ekonomi dan inflasi tinggi.
Jelang pemilu paruh waktu akhir tahun 2025, skandal ini bisa menjadi tantangan bagi Milei mempertahankan takhtanya.