Presiden Bangladesh Sebut Rakyatnya Tak Akan Lupakan Jasa Indonesia

Bagi Bangladesh, ternyata bangsa Indonesia dianggap begitu berjasa. Sebab, selain menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Bangladesh, Indonesia juga banyak memberikan bantuan, khususnya bagi pengungsi Rakhine State di Cox's Bazaar.
"Presiden Bangladesh menyampaikan kembali bahwa Indonesia itu dekat dengan Bangladesh. Karena, Indonesia negara pertama yang mengakui kemerdekaan Bangladesh dan ini tidak akan pernah dilupakan, jasa ini, oleh rakyat Bangladesh," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat konferensi pers di Lounge Pacific, Pan Pacific Sonargaon, Dhaka, Bangladesh, Sabtu (27/1).
Selain itu, Retno juga menjelaskan hari ini, Minggu (28/1), akan ada penandatanganan lima MoU oleh kedua negara. Di antaranya yang pertama adalah soal Foreign Affairs Consultation.

"Kedua Komunike Bersama mengenai IUU Fishing, lalu ketiga adalah announcement mengenai pembentukan PTA, keempat menyangkut pembelian LNG dan kelima pembangunan power plant LNG," lanjut dia.
Penandatanganan dilakukan usai Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Sebelumnya, saat bertemu Presiden Bangladesh Abdul Hamid, Jokowi menyatakan Indonesia siap membuka akses pasar.
Diharapkan pembukaan itu dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dengan Bangladesh.
"Melalui pembentukan Prefential Trade Agreement," tutur Jokowi.
