Presiden Brasil dan Meksiko Belum Ucapkan Selamat ke Joe Biden

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFP

Sejumlah pemimpin dunia ikut memberikan selamat atas kemenangan Joe Biden dalam Pemilu AS 2020.

Namun, pemimpin dua negara terbesar di Amerika Latin yang dipandang bersahabat dengan Presiden Donald Trump masih bungkam.

Mereka adalah Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador.

Mengutip Associated Press, Presiden Bolsonaro kerap dijuluki "Trump of the Tropics" karena gaya populisnya yang tidak biasa, masih bungkam atas kekalahan Trump.

Sementara Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador menolak untuk memberi selamat kepada Biden, karena ia masih menunggu sampai proses hukum atas pemungutan suara selesai.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. Foto: Henry Romero/REUTERS

Trump dan dua pemimpin Latin ini memiliki kesamaan, yakni enggan menggunakan masker saat pandemi virus corona. Ketiga presiden itu digambarkan sebagai populis dan nasionalis, meski motif kedua pemimpin Latin itu mungkin berbeda.

Bolsonaro dan putranya, sama seperti anak-anak Trump yang mengambil peran dalam politik nampaknya tidak nyaman dengan hasil pemilu AS.

Bolsonaro sebelumnya mengungkapkan harapan agar Trump terpilih kembali dalam sepekan ini memilih diam.

Sementara putranya, Anggota Kongres Eduardo Bolsonaro memposting gambar di media sosial yang mempertanyakan bagaimana suara Biden meningkat begitu cepat dalam penghitungan suara, sementara suara Trump tidak banyak berubah.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengikuti aksi unjuk rasa. Foto: REUTERS/UESLEI MARCELINO

Eduardo juga mempertanyakan keputusan televisi besar AS yang disebut memotong pidato Trump pada Rabu (4/11) dengan tuduhan penipuan suara, menyebutnya sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara.

Menurut seorang pejabat senior Kedutaan Besar Brasil di Amerika Serikat, yang tidak disebut namanya, mengatakan para pejabat Brasil khawatir bahwa ucapan yang asal dari Bolsonaro atau putranya dapat mengganggu kestabilan hubungan antar negara.

Sementara itu hubungan antara Presiden Obrador dengan Trump sering dipandang sebagai hal yang tidak biasa bagi politisi sayap kiri, meski memiliki hubungan yang kuat.

Presiden Donald Trump Pagar perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Foto: Nicholas Kamm/AFP

Pada 2019, Trump mengancam akan menerapkan tarif yang pada produk Meksiko kecuali López Obrador menindak migran Amerika Tengah yang melintasi Meksiko untuk mencapai perbatasan AS. Meksiko pun menurut, menangkap para migran dan memulangkan mereka kembali ke negara asal mereka.

Tapi ada juga saat-saat persahabatan yang tampak nyata di antara keduanya. Pada Sabtu (7/11) López Obrador adalah salah satu dari sedikit pemimpin dunia yang masih memuji Trump.

"Presiden Trump sangat menghormati kami, dan kami telah mencapai kesepakatan yang sangat baik, dan kami berterima kasih padanya karena dia tidak ikut campur dan menghormati kami," kata López Obrador.