Presiden Brasil Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi

Kongres Brasil mengambil langkah kontroversial. Mereka memutuskan untuk menolak dakwaan korupsi yang dialamatkan kepada Presiden Michel Temer.
Dengan dikeluarkannya putusan itu, Temer dipastikan bebas dari peradilan dan segala dakwaan korupsi.
Keputusan itu disetujui setelah Majelis Rendah Brasil menggelar voting untuk menentukan nasib Temer.
Saat pemungutan partai pendukung pemerintah berhasil mendapat suara mayoritas. Kelompok oposisi yang menginginkan Temer segera diadili dan mundur dalam 180 hari akhirnya gigit jari.
Salah seorang anggota parlemen dari partai pendukung pemerintah Partai Gerakan Demokratik Brasil (PMDB), Carlos Marun menyebut dengan bebasnya Temer, maka rencana penghematan dan reformasi yang dirancang pemerintah bisa dilanjutkan.
"Mereka yang meremehkan dia (Temer) sudah membuat kesalahan," sebut Marun seperti dikutip dari AFP, Kamis (26/10).
Voting digelar satu jam setelah Temer keluar dari rumah sakit. Dia mendapat perawatan setelah terdiagnosa terkena penyumbatan saluran kemih.
Temer didakwa pengadilan melakukan beberapa tindakan kriminal besar. Seperti menghalangi jalannya peradilan di Brasil dan pemerasan.
Selain dua dakwaan tersebut, Temer dituntut pengadilan sehubungan dengan skandal korupsi yang melibatkan perusahaan pengepakan daging terbesar di dunia, JBS SA. Joesley Batista, salah satu orang yang mengendalikan JBS SA, membacakan isi percakapannya dengan Temer dalam kesaksian di persidangan.
Batista mengatakan Temer telah menerima uang suap hampir 5 juta dolar AS untuk menyelesaikan masalah pajak, membebaskan pinjaman dari bank-bank yang dikelola negara, dan hal-hal lain. Batista juga menyebut Temer dan ajudannya menegosiasikan sumbangan ilegal senilai jutaan dolar untuk PMDB.
Merespons dakwaan pengadilan, Temer menyatakan hal tersebut mengada-ada. Dia menegaskan sama sekali tidak terlibat tindak pidana.
