Presiden Brasil Kembali Diselidiki atas Tuduhan Korupsi

Hakim Mahkamah Agung Brasil kembali memerintahkan penyelidikan kasus korupsi terhadap Presiden Michel Temer. Tuduhan kali ini melibatkan suap terkait dekrit pelabuhan yang menguntungkan perusahaan logistik.
Diberitakan Reuters, keputusan diambil oleh Hakim Roberto Barroso pada Selasa (12/6) berdasarkan hasil penyadapan percakapan mantan ajudan Temer, Rodrigo Rocha Loures, yang diduga menerima suap dari perusahaan logistik Rodrimar SA terkait undang-undang pelabuhan yang baru.
Dekrit pelabuhan yang ditandatangani Temer sebagian besar isinya sesuai dengan permintaan Rodrimar. Penyelidikan diperlukan karena penyidik Brasil, Rodrigo Janot, menemukan "indikasi yang sangat kuat" adanya kejahatan dalam pengesahan undang-undang tersebut.
Pengacara Temer dalam pernyatannya mengatakan bahwa tuduhan terhadap presiden Brasil "terkontaminasi oleh distorsi yang tidak benar dan jahat". Dekrit pelabuhan itu, kata pengacara, menguntungkan seluruh perusahaan logistik dan operator pelabuhan, tidak hanya Rodrimar.
Rodrimar juga membantah menerima perlakuan khusus dari pemerintah. Dalam pernyataannya, Rodrimar mengatakan dekrit tersebut sesuai dengan permintaan berbagai operator pelabuhan.
Ini bukan kali pertama Temer dituding terlibat korupsi. Bahkan dia adalah presiden menjabat Brasil pertama yang didakwa atas kasus Korupsi.
Sebelumnya pada Juni lalu, setahun setelah menjabat, Temer diselidiki atas tuduhan menerima suap jutaan dolar dari perusahaan pengemasan daging JBS. Temer membantah tuduhan yang menurutnya sarat muatan politis itu.
Sejauh ini Temer selamat dari dakwaan setelah Kongres yang kebanyakan berasal dari kubunya memblokir penyelidikan.
