Presiden Harus Seriusi Ucapan Panglima TNI Soal 5 Ribu Senpi Ilegal

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Prabowo, Try Sutrisno, dan Panglima TNI  (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Prabowo, Try Sutrisno, dan Panglima TNI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Apa yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo soal 5 ribu senpi ilegal dibeli sebuah instansi harus diseriusi. Apalagi rekaman ucapan Gatot menyebar di media sosial dan di berbagai whatsapp group.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, seolah ada kegentingan di negara ini. Karena itu, Presiden Jokowi selaku panglima tertinggi harus bertindak.

"Kalau yang bicara Panglima ini bukan masalah kecil. Posisi beliau membuat akses yang luas," beber Wasekjen PKS, Mardani Alisera di Jakarta, Sabtu (23/9).

Perlu ada pendalaman yang transparan soal senjata. Ini bukan masalah kecil

Mardani menyampaikan, urusan 5 ribu senjata ini urusan besar. Karena, 5 ribu senjata itu jumlah yang banyak.

"Satu saja berbahaya. Perlu ada tindakan intelijen," tegasnya.

Menurut Mardani juga, urusan senjata ini, perlu ada apresiasi ke Jenderal Gatot yang berani membuka urusan senpi ilegal.

"Dan apa yang diungkapkan Panglima ini saya rasa bukan berarti ada keretakan," tegas dia.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)