Presiden Iran Rouhani : Pemimpin AS Berikutnya Harus Perbaiki Kesalahan Trump

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto:  Malaysia Department of Information/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto: Malaysia Department of Information/Handout via REUTERS

Presiden Iran Hassan Rouhani turut mengomentari soal kemenangan Joe Biden sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat.

Rouhani mengatakan bahwa pemerintahan AS berikutnya harus dapat memperbaiki kesalahan yang dibuat Donald Trump terhadap Iran.

"Kebijakan Donald Trump yang merusak akhirnya mendapat perlawanan dari warga Amerika. Pemerintahan AS berikutnya harus melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, kata Presiden Rouhani, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/11).

"Iran ingin interaksi yang konstruktif dengan dunia," lanjutnya.

Joe Biden menyapa pendukungnya saat berada di atas panggung pidato di Wilmington, Delaware, pada Sabtu (7/11) malam waktu setempat sekitar pukul 20.00 atau pukul 08.00 WIB. Foto: KEVIN LAMARQUE/REUTERS

Dalam kampanyenya, Biden berjanji untuk bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran 2015 dengan enam kekuatan, sebuah kesepakatan yang disetujui oleh Washington saat Biden menjadi wakil presiden.

Ketegangan telah meningkat sejak 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Sebagai pembalasan, Iran secara bertahap mengurangi komitmennya pada kesepakatan tersebut. Namun, para pemimpin ulama Iran mengatakan langkah-langkah itu dapat dibatalkan jika kepentingan Teheran dihormati.

"Perlawanan heroik rakyat Iran membuktikan bahwa kebijakan tekanan maksimum pasti akan gagal," kata Rouhani.