News
·
26 September 2019 17:16

Presiden Jokowi Akan Telepon Kapolri, Minta Aparat Tak Represif

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Presiden Jokowi Akan Telepon Kapolri, Minta Aparat Tak Represif (9794)
Presiden Joko Widodo Usai Pertemuan dengan para tokoh di Istana Merdeka. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Presiden Joko Widodo mengaku akan menghubungi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Itu dilakukannya menyusul banyaknya laporan yang masuk kepadanya terkait kekerasan yang dilakukan aparat, saat mengamankan demo beberapa waktu lalu di sejumlah daerah.
ADVERTISEMENT
Jokowi meminta Kapolri agar memerintahkan aparatnya tak melakukan cara-cara represif dalam mengamankan, membubarkan demonstrasi baik yang dilakukan mahasiswa maupun pihak lain.
"Tadi juga sudah kami dapat masukan mengenai itu, akan saya telepon langsung Kapolri agar dalam menangani setiap demo dilakukan dengan cara tak represif dan terukur," kata Jokowi usai menerima sejumlah tokoh di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).
Namun, Jokowi mengatakan tindakan represif hanya bisa dilakukan jika situasi sudah berubah dari aksi demo damai menjadi anarkistis.
"Tapi kalau sudah anarkis seperti tadi malam, ya memang harus tindakan tegas," ujar Jokowi.
Presiden Jokowi Akan Telepon Kapolri, Minta Aparat Tak Represif (9795)
Presiden Joko Widodo Usai Pertemuan dengan para tokoh di Istana Merdeka. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Sebelumnya, banyak pihak menyayangkan aksi represif yang dilakukan polisi dalam membubarkan massa demo, khususnya di Jakarta. Kepala Tim Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri, menyebut tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian aneh karena tidak sesuai dengan aturan yang ada.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen juga menyayangkan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap sejumlah jurnalis. Divisi Advokasi AJI, Joni, mengungkapkan jurnalis mengalami kekerasan karena merekam tindakan represif yang dilakukan terhadap massa mahasiswa.
"Di Jakarta ada 4 (jurnalis), Makassar 3, dan sehari sebelumnya ada 3. Wartawan Kompas.com, IDN Times, Katadata, mereka mengalami kekerasan oleh polisi karena merekam kekerasan yang terjadi. Semalam juga mobil Metro TV dirusak oleh massa," ungkap Joni.
"Di Makassar juga dapat laporan. Wartawan Antara, inikata.com, Makassar Today mengalami pemukulan karena merekam kekerasan yang dilakukan polisi. Di Papua juga ada 3 wartawan, seperti sudah ditarget oleh kepolisian," lanjutnya.