Presiden Lula: Ini Kunjungan Saya ke Indonesia Setelah 17 Tahun
·waktu baca 2 menit

Presiden Brasil Inacio Lula da Silva menyampaikan rasa suka citanya dapat kembali berkunjung ke Indonesia setelah hampir dua dekade. Ia mengatakan kunjungan kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali hubungan strategis antara Indonesia dan Brasil yang telah terjalin sejak 2008.
"Baik, Presiden, Bapak Presiden, saya ingin menyampaikan dengan penuh sukacita bahwa saya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun. Pada tahun 2008 kita menjalin kemitraan strategis, dan sejak saat itu, hubungan kita telah berkembang dengan sangat positif. Namun, saya rasa kita masih tertinggal dari potensi kedua negara," ujar Lula saat pertemuan tete a tete dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/10).
Dalam pernyataannya, Lula menekankan kedua negara memiliki peran besar di kancah global. Dengan populasi gabungan hampir setengah miliar jiwa, Indonesia dan Brasil memiliki peluang besar untuk memperkuat kolaborasi ekonomi, sosial, hingga teknologi.
"Bersama-sama, kita mewakili hampir 500 juta orang. 280 juta di Indonesia, 210 juta di Brasil. Kita memiliki ekonomi berkembang yang kuat," katanya.
Menurut Lula, kedua bangsa masih menghadapi tantangan serupa dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, ia mendorong penguatan program sosial dan kebijakan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Dua bangsa ini masih memiliki banyak kekurangan dalam hal peningkatan kesejahteraan, sehingga mereka membutuhkan program-program sosial untuk membantu," ucapnya.
Ia berharap kunjungannya kali ini dapat membuka babak baru kerja sama antara kedua negara, termasuk di bidang perdagangan, investasi, dan inovasi teknologi.
"Saya berharap dalam kunjungan ke Indonesia ini, dan selama pertemuan kita, kita dapat menjamin keuntungan politik, ekonomi, sosial, ilmiah, dan ekonomi bagi rakyat Indonesia, dan bagi rakyat Brasil," pungkas dia.
