Presiden PKS Puji Pidato Prabowo di PBB: Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
·waktu baca 2 menit

Presiden PKS Almuzammil Yusuf mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Khususnya soal dukungan penghentian genosida di Palestina.
Awalnya PKS mengapresiasi Presiden Prabowo yang aktif menjalankan diplomasi di forum internasional.
"Menyerukan antipenjajahan dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945," kata Muzammil di Munas VI PKS, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (28/9).
PKS sangat mendukung pidato Presiden Prabowo di Sidang ke-80 di PBB. Menurutnya, Prabowo konsisten mendukung Palestina.
"PKS sangat mendukung pidato Presiden Prabowo di Sidang ke-80 PBB, menunjukkan konsistensi dan kesigapan sikap untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Dan menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Bahkan Prabowo menyatakan siap mengerahkan 20 ribu atau lebih putra putri bangsa Indonesia untuk mengamankan Gaza," urainya.
Di sisi lain, PKS juga mendukung two state solution untuk penjajahan Israel atas Palestina. Namun dengan satu syarat, tak menghapus kebiadaban Israel.
"Sejatinya kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu solusi two state solution yang dibicarakan banyak negara termasuk Pak Prabowo, kita ikut doakan segera terwujud."
"Tentu tanpa menghapus kejahatan kemanusiaan, genosida, yang dilakukan Israel untuk dibawa ke Mahkamah Internasional. Sehingga kejahatan itu tidak terulang di belahan bumi mana pun," tutupnya.
Sejumlah elite parpol tampak hadir di acara ini. Mereka di antaranya Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, yang datang bersamaan dengan Sekjen Partai NasDem, Hermawi Taslim.
Kemudian, disusul oleh Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron; Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto; Ketum PKB Muhaimin Iskandar; Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal; Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.
Lalu, juga tampak Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad; Sekjen Partai Golkar, Sarmuji; Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar.
