Presiden Uganda Tunjuk Anaknya yang Problematik Jadi Panglima Militer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Uganda Yoweri Museveni. Foto: Abubaker Lubowa/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Uganda Yoweri Museveni. Foto: Abubaker Lubowa/Reuters

Pemimpin veteran Uganda, Yoweri Museveni, telah menunjuk putranya, Muhoozi Kainerugaba, untuk memimpin pasukan pertahanan negara. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan pada Kamis (21/)3) malam.

Dikutip dari AFP, penunjukan itu merupakan langkah sang ayah untuk menghindari rumitnya kenaikan jabatan Kainerugaba.

Jenderal berusia 49 tahun itu telah diisukan melakukan persiapan untuk menduduki posisi puncak selama bertahun-tahun. Meski pernah membantah tak akan gantikan ayahnya, ia mengaku tetap menikmati peningkatan pesat dalam karier militernya.

Tahun lalu, Kainerugaba sempat menulis bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai presiden di pemilu 2026. Cuitan itu kemudian dihapus dari akun X-nya karena memicu kegaduhan diplomatik.

"Berapa banyak yang setuju dengan saya bahwa zaman kita telah tiba? Cukup banyak orang tua yang memerintah kita. Mendominasi kita. Ini saatnya generasi kita bersinar. Retweet dan sukai,” sindirnya kepada sang ayah dalam postingan terpisah.

Putra Presiden Uganda, Muhoozi Kainerugaba. Foto: PETER BUSOMOKE/AFP

Calon pemimpin militer Afrika Timur itu memang sering menuai kontroversi di media sosial. Pada postingannya di 2022, ia mengancam akan menyerang Kenya. Tulisan itu menuai perselisihan, hingga sang ayah turun tangan.

Presiden Uganda itu berusaha mengendalikan putranya dengan meminta Kainerugaba menjauhi media sosial untuk segala hal yang menyangkut urusan negara.

Museveni meminta maaf kepada Kenya dan tetap membela putra satu-satunya itu. Ia menggambarkan Kainerugaba sebagai “jenderal yang sangat baik” dan mengangkatnya sebagai jenderal bintang 4 selang beberapa hari usai pertikaian itu memuncak.

Sebagai pejabat tinggi militer, Kainerugaba dilarang berbicara di depan umum mengenai masalah politik. Namun ia sering terlibat dalam diskusi yang menyebabkan keruhnya diplomatik bagi Uganda.