Presiden Zelensky Ogah Mundur: Tidak Akan Mudah Mengganti Saya
·waktu baca 2 menit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan, tidak akan mudah untuk menggantikan dirinya sebagai kepala negara. Akan tetapi, Zelensky menegaskan siap mundur jika itu jadi syarat negaranya diterima masuk NATO.
Desakan Zelensky mundur disampaikan oleh politikus Partai Republik Amerika Serikat usai perseteruan dirinya dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pekan lalu. Perdebatan itu dipicu persoalan perang antara Ukraina dan Rusia.
Perseteruan memicu sejumlah politikus Partai Republik memintanya mundur. Hal itu mengundang Zelensky berkomentar.
"Jika mereka mengganti saya, mengingat apa yang sedang terjadi, mengingat dukungan yang ada, mengganti saya begitu saja tidak akan mudah," kata Zelensky pada Minggu (2/3) seperti dikutip dari Reuters.
Zelensky menjelaskan satu-satunya cara menggantinya hanya lewat pemilu. Pada pemilu, Zelensky menegaskan, dirinya punya hak kembali mencalonkan diri.
"Tidak cukup hanya dengan menyelenggarakan pemilihan umum. Anda juga harus tidak membiarkan saya mencalonkan diri. Ini akan sedikit lebih sulit. Sepertinya Anda harus bernegosiasi dengan saya," tambahnya.
Ia lalu menekankan satu-satunya cara membuatnya mundur cuma dengan Ukraina bergabung NATO yang merupakan aliansi militer Barat.
"Dan saya katakan bahwa saya akan menukarnya dengan NATO,” ucap dia.
Trump sendiri telah menegaskan Ukraina takkan masuk NATO dan meminta Zelensky melupakannya.
Zelensky menjabat sebagai Presiden Ukraina sejak 20 Mei 2019. Sebelumnya, ia dikenal sebagai seorang aktor dan komedian serta pendiri production house Kvartal 95. Zelensky meraup 73,2% suara pada putaran kedua pilpres, mengalahkan petahana Presiden Petro Poroshenko.
