Pria Bersenjata Tembaki Warga di Turki Selatan, Enam Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Seorang pria bersenjata api menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya di wilayah selatan Turki dekat Kota Mersin pada Senin (18/5) waktu setempat. Media setempat melaporkan polisi sedang melakukan perburuan untuk menemukan pelaku.

Dilansir dari AFP, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah buka suara atas kejadian ini. Ia meminta doa bagi mereka yang tewas. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Kantor berita pemerintah Anadolu dan harian Sabah menyebut terduga pelaku yang sedang diburu adalah seorang pria berusia 37 tahun yang diduga menembak mati mantan istrinya sebelum melakukan aksi penembakan beruntun.

Pria tersebut melepaskan tembakan di sebuah restoran, menewaskan pemilik restoran dan seorang pegawai, sebelum melarikan diri dan menembak mati dua pria lainnya— salah satunya seorang penggembala yang sedang menjaga ternaknya di dekat restoran, dan satu lagi seorang sopir truk.

Penembakan terjadi di Kota Tarsus, sekitar 40 kilometer di timur laut Mersin. Pihak berwenang kini melakukan operasi besar-besaran polisi, termasuk pengerahan helikopter untuk mencari pelaku.

“Ia masuk tanpa mengatakan sepatah kata pun. Kami kira ia hendak mengambil telepon genggamnya, tetapi ternyata ia mengeluarkan pistol,” kata seorang pegawai restoran yang terluka di bagian kaki, Mehmet Han Topal, dikutip dari AFP.

“Saya langsung merunduk. Dia menembak saya,” ujarnya.

Seorang pria membawa bendera Turki saat orang-orang ikut serta dalam protes terhadap penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu sebagai bagian dari penyelidikan korupsi, di Istanbul, Turki, 24 Maret 2025. Foto: REUTERS/Murad Sezer

Kekerasan ini terjadi sebulan setelah dua serangan penembakan oleh remaja mengguncang Turki. Dalam insiden pertama, 16 orang terluka, sementara serangan kedua menewaskan 10 orang, sebagian besar merupakan anak-anak sekolah.

Menurut sebuah LSM di Turki, terdapat puluhan juta senjata api yang dimiliki warga sipil, dan sebagian besar tidak memiliki izin resmi.