Pria di Kota Serang Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal Usai Salat Jumat
·waktu baca 2 menit

Lagi-lagi kasus penusukan oleh orang tak dikenal (OTK). Seorang pria berinisial MN (37), warga Kebaharan, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tewas usai ditusuk OTK.
Dia ditusuk sepulang salat Jumat di Jalan Raya Kebantenan, Kota Serang, pada Jumat (21/10) siang.
Ketua RW setempat, Tangdim, mengatakan, saat kejadian tidak ada yang mengetahui pasti penusukan terhadap korban lantaran kondisi jalanan sedang sepi.
Tangdim menjelaskan, tiba-tiba saja korban berlari menuju ke rumah saudaranya dengan keadaan terluka untuk meminta diantar ke rumah sakit. Namun, korban meninggal saat di rumah sakit akibat luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri.
"Luka tusuk di punggung kiri, satu luka doang, tapi tembus ke paru-paru," kata Tangdim saat ditemui di TKP, Jumat (21/10).
Menurut Tangdim, sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat berbicara bahwa pelaku menggunakan sepeda motor Vario berboncengan 2 orang.
"Katanya pelaku 2 orang bawa motor Vario. Itu TKP sekitar 30 meter dari rumah korban," ujarnya.
Penjelasan Polisi
Kapolsek Serang AKP Tedy Heru Murtianto mengatakan, korban ditusuk dari arah belakang oleh OTK saat sedang berjalan di pinggir menuju jalan pulang ke rumahnya sehabis dari masjid.
Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di sekitar TKP lantaran saat kejadian kondisi jalanan sepi karena baru selesai salat Jumat.
"Karena pas kejadian sepi karena abis Jumatan, jadi tidak ada yang melihat. Tapi kita masih mencari petunjuk di TKP, termasuk mengumpulkan rekaman CCTV yang ada di sekitaran TKP. Mudah-mudahan bisa segera terungkap," kata Tedy.
Kasus di Cimahi dan Bogor
Sebelumnya, penusukan misterius terjadi di Cimahi dan Bogor, Jabar. Korban di Cimahi adalah bocah SD kelas 6 bernama Putri Shakila (12). Dia ditusuk OTK hingga tewas saat sedang berjalan kaki sepulang mengaji pada Rabu (19/10) malam.
Sedang penusukan di Bogor dialami oleh Tazkia atau Lia (20). Mahasiswi semester 5 ini ditusuk di rumahnya sendiri oleh seorang pria yang mengaku petugas sensus penduduk.
Para pelaku masih misterius, demikian juga motifnya.
