Pria di Mojokerto Bacok Istri dan Mertua Ditangkap, Motif Kesal Istri Selingkuh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi evakuasi korban pembacokan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi evakuasi korban pembacokan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Foto: kumparan

Tim Resmob dan Jatanras Polres Mojokerto mengamankan Satuan (43)--pelaku pembacokan terhadap istrinya, Sri Wahyuni (36), dan mertuanya, Siti Arofah (53), di kediaman mereka di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sang mertua tewas dalam peristiwa ini.

Satuan ditangkap di daerah Asemrowo, Surabaya, saat hendak pergi ke rumah temannya dengan menaiki bus Trans Jatim.

"Pelaku berhasil diamankan di daerah Asemrowo, Surabaya, berkat kinerja gabungan Resmob dan Jatanras Polres Mojokerto," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, kepada wartawan, Rabu (6/5).

Aldhino menjelaskan, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan mendalam terkait motif dan modus pembacokan terhadap mertua dan istrinya.

"Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif terkait motif dan modus dari yang bersangkutan," bebernya.

Menurut Aldhino, saat melarikan diri dari lokasi kejadian, pelaku sempat diantar seseorang ke tempat pemberhentian bus Trans Jatim.

"Pelaku naik kendaraan umum, yaitu bus Trans Jatim, kemudian turun di Asemrowo. Setelah itu diamankan oleh anggota Polsek Asemrowo. Pelaku sempat diantar oleh saudaranya dan hal ini masih kami dalami serta akan kami periksa," ujarnya.

Kesaksian Ketua RT/RW

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 1, M Suroto, mengatakan Satuan dan Sri Wahyuni akhir-akhir ini memang sering terlibat cekcok.

"Sering cekcok, faktor ekonomi juga. Utangnya ke sana kemari. Sementara itu, pernah berusaha ditanggulangi dengan jualan kecil-kecilan di rumah," ungkap M Suroto.

Ia menambahkan, Sri Wahyuni bekerja di tempat usaha sablon. Pelaku mencurigai istrinya memiliki pria idaman lain.

"Kerja di sablon, ternyata dari hasil penelusuran, suatu hari ia mencium adanya hal yang tidak jelas. Ia curiga, bahkan terakhir ini perempuan tersebut diduga sudah memiliki pasangan baru. Hal itu sering ditampilkan melalui status," ungkapnya.

Ia menambahkan, sehari-hari Satuan dan Sri Wahyuni masih tinggal di rumah kontrakan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah mertuanya.

"Mereka masih tinggal di satu rumah. Pelaku pernah menemukan bukti transfer dari laki-laki lain. Bahkan hal itu ditunjukkan kepada Satuan untuk memancing emosinya," pungkasnya.