Pria di Sumut Siram Bensin & Ancam Bakar Warung usai Tak Diberi 'Uang Keamanan'
·waktu baca 2 menit

Seorang pria berinisial B diduga mengancam pemilik kedai atau warung kelontong di Jalan Medan–Binjai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (12/4). Aksinya terekam CCTV dan viral.
Ibrahim (54 tahun), pemilik warung tersebut, mengatakan pria itu mengaku dari sebuah organisasi pekerja dan meminta iuran keamanan kepada dirinya sebesar Rp 250.000 untuk lima bulan ke depan.
Padahal, Ibrahim telah membayar iuran sebelumnya pada bulan Januari hingga Juni dengan total Rp 180.000.
"Jadi dia mau minta keamanan per bulan. Sekalian mau ambil untuk lima bulan dari bulan April hingga bulan September. Bulan Januari sampai Juni sudah bayar dengan total Rp 180.000. Tapi ini minta lagi," kata Ibrahim di warungnya, Selasa (14/4).
Ibrahim menuturkan, pria tersebut mengancam kedainya akan dibakar jika ia tidak membayar uang iuran untuk lima bulan ke depan. B kemudian menyiramkan bensin di area kedainya.
"Dia enggak mau karena aku enggak kasih uang yang dia minta. Diambil bensin dari mana, itu disiram mau dibakar. Dia sudah ambil korek, sudah siap (mau bakar), sudah dikoyaknya plastik," ujar Ibrahim.
B juga mengancam menggunakan pisau, warga sekitar akhirnya melerai. Kemudian, Ibrahim memberikan uang Rp 50.000 untuk uang keamanan pada bulan ini agar B tidak berbuat anarkistik lagi.
"Dia pegang pisau, dia mau nusuk aku. Gara-gara itulah dia ngamuk, marah, enggak kasih uang. Ada warga yang melerai, akhirnya dia diam. Kita juga kasihlah Rp 50.000 untuk bulan ini, barulah dia tenang. Kalau enggak, dia tetap sama mau mengancam terus," ucap Ibrahim.
Ibrahim menuturkan, uang keamanan tersebut menyusahkan dirinya karena keuntungan hasil jualan kedai kelontongnya tidak banyak meski sudah buka 24 jam.
"Aku buka 24 jam, paling lakunya Rp 2 juta atau Rp 3 juta, berapalah untungnya," kata brahim.
"Sebenarnya dia cukup meresahkan bagi aku. Siang ini mau buat laporan ke Polsek Sunggal," imbuh Ibrahim.
Kapolsek Sunggal, Kompol M. Yunus Tarigan, membenarkan tindak premanisme tersebut dan kini pihaknya sedang mencari pelakunya.
"Iya kita cari (pelakunya). Iya (dalam penyelidikan)," kata Yunus saat dihubungi wartawan.
