Pria di Tasikmalaya Mendadak Meninggal saat Sembelih Hewan Kurban

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi meninggal dunia Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meninggal dunia Foto: Shutter Stock

Kejadian tak terduga menimpa seorang pria bernama Epin Supriatna (50) di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia tiba-tiba meninggal dunia saat hendak menyembelih hewan kurban di Kampung Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Kakak Epin, Aan (60), mengungkapkan adiknya biasa menyembelih hewan, baik momen Idul Adha maupun acara lainnya. Namun, diakuinya, beberapa hari lalu Epin sempat berobat akibat darah tinggi dan masalah lambung.

"Beberapa hari lalu sudah ke dokter untuk berobat, tapi masih bilang kuat menyembelih," ujar Aan, Jumat (31/7).

Pihak keluarga pun ikhlas atas kepergian mendadak Epin, serta menerima kejadian ini sebagai takdir dan musibah.

embed from external kumparan

Detik-detik Epin Meninggal

Ketua panitia kurban di Kampung Gunung Dongkol, Mamun (68), menceritakan detik-detik sebelum Epin wafat. Ia mengatakan, proses penyembelihan hewan kurban dilakukan selepas salat id.

Bahkan, Epin sudah ditunjuk sebagai salah satu tukang jagal untuk menyembelih hewan kurban yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

"Almarhum memang sudah biasa menyembelih hewan kurban setiap Idul Adha," ucap Mamun.

Momen saat Epin Supriatna menyembelih hewan kurban di Kampung Gunung Dongkol, Kota Tasikmalaya Foto: Dok. Istimewa

Proses penyembelihan dimulai dari sapi dan seekor kambing, dan tak mengalami kendala apa pun. Namun, ketika hendak menyembelih kambing kedua, Epin yang tengah memegang golok dan hendak memotong leher hewan itu tiba-tiba pingsan.

"Warga yang lain langsung menolong. Sepertinya langsung meninggal, tapi untuk pasti dibawa ke rumah sakit. Hasilnya memang meninggal dunia," ungkap Mamun.

Usai Epin dilarikan ke RS dan dinyatakan meninggal dunia, proses penyembelihan tetap berjalan hingga selesai.

Sebenarnya, sebelum penyembelihan, panitia sudah menggelar rapat pada Kamis (30/7) malam atau saat malam takbiran. Saat itu, Epin mengaku kepada panitia lainnya bahwa dia siap dan kuat untuk menyembelih kurban.

"Paginya saya pastikan, dia bilang kuat. Tapi namanya juga sudah takdir," tutup dia.

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona