Pria Obesitas di Surabaya Tinggal di Kos 2x2 Meter, Berharap Bantuan Pemerintah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi kamar kos M Sarif (23) pria obesitas di Jalan Brawijaya Kedurus 1 No.54, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Kamis (7/8/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi kamar kos M Sarif (23) pria obesitas di Jalan Brawijaya Kedurus 1 No.54, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Kamis (7/8/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

M Sarif (23 tahun) pria obesitas berbobot 150 Kg, yang sebelumnya ditulis 400 Kg, dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya, Rabu (6/8). Ia mengalami sesak napas dan diduga hernia sehingga harus dilarikan ke RS Soewandhie Surabaya.

Saat mengevakuasi Sarif, petugas Damkar Surabaya memberikan oksigen dan dituntun jalan perlahan menggunakan bambu.

kumparan mendatangi kos tempat tinggal Sarif di Jalan Brawijaya Gang Kedurus 1 No.54, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Kamis (7/8).

Sarif tinggal berdua bersama dengan ibunya bernama Turiyah (57 tahun) di sebuah kos.

Turiyah (57), ibu pria obesitas di Surabaya bernama M Sarif, di Jalan Brawijaya Kedurus 1 No.54, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Kamis (7/8/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Kosnya persis berada di samping rumah pemilik. Akses dari jalan utama hanya dihubungkan dengan lorong yang berukuran sekitar 80 cm. Hanya cukup satu orang dewasa untuk melintas di jalan lorong menuju kamar kosnya.

Di dalam kamar kos kecil itu Sarif dan Turiyah harus berbagi dengan sejumlah perabot, seperti kasur, pakaian, kipas angin dan satu lemari.

Turiyah mengatakan, selama ini ia tinggal di kos hanya bersama putranya semenjak suaminya meninggal dunia. Ia menempati kosnya saat ini sudah empat bulan terakhir.

"Memang saya di sini kos kan. Enggak ngekos ke mana-mana, memang ngekosnya di (daerah) sini gitu. Ya kurang lebih ya 25 tahun lah kalau aku di Surabaya sini. Ya barusan kalau di sini, belum ada 4 bulan kalau enggak salah," kata Turiyah saat ditemui, Kamis (7/8).

Turiyah dan Sarif sehari-harinya berjualan tisu di kawasan Surabaya Barat. Namun, dalam dua bulan terakhir, Sarif hanya bisa berbaring di kamar kosnya. Sebab, ia mengeluh sakit demam dan susah berjalan.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya mengevakuasi M. Sarif (23 tahun), pria berbobot kurang lebih 400 kg dari kamar kosnya di Jalan Brawijaya Kedurus, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Foto: DPKP Surabaya

Lalu, dua minggu ini Sarif mengeluh sesak napas dan diduga mengalami hernia yang menyebabkan berat badannya naik drastis.

"Dulu tuh batuk sama panas. Terus, akhirnya batuknya hilang, terus sesaknya naik. Sampai sekarang lagi sesak. Iya, sesak sama hernia. Itu (testis)-nya itu bengkak besar sekali," kata Turiyah saat ditemui, Kamis (7/8).

Turiyah mengatakan dirinya akhir-akhir ini tidak ada pemasukan, padahal ia harus merawat anaknya dan susah untuk berjualan.

"Ya nggak ada pemasukan dari mana-mana. Kemarin-kemarin itu cari pinjaman buat makan, buat beli obat itu," ungkapnya.

Selama ini, Turiyah dan Sarif beberapa kali diberi makanan oleh orang-orang saat berjualan tisu.

"Iya, dikasihin ya kakak-kakak kadang dari Unair ini nih buat makan gitu, ini buat beli jajan gitu," ujarnya.

Turiyah juga mengaku telah berusaha mencari pengobatan untuk putranya tersebut.

"Saya kan orang nggak punya, terus minta surat rujukan gitu. Kan anaknya itu udah bilang sakit, enggak bisa jalan. Terus saya gini, gimana kalau mau di rujuk di RSAL gitu. Enggak bisa, Bu. Ini kelasnya itu kecil BPJS-nya itu. Di RSI aja ya, ya udah terserah pokoknya anak saya bisa sembuh gitu," ujarnya.

Turiyah menyampaikan selama ini tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Ia berharap ada bantuan untuk pengobatan anaknya.

"Kalau bisa dibantu ya alhamdulillah mudah-mudahan pemerintah ngasih tahu sama rakyat orang kecil dibantu ya alhamdulillah, enggak dibantu ya wis alhamdulillah yang penting dikasih umur panjang, sehat selalu," ujarnya.